SISINDIRAN DI KABUPATEN BANDUNG

Pengarang: 

DRS. YUZAR PURNAMA, dkk

Penerbit: 

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2003

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

1.6(000-09

SISINDIRAN DI KABUPATEN BANDUNG

Sisindiran adalah jenis sastra yang pertama kali hidup dan berkembang secara lisan. Persebaran jenis sastra ini merata di seluru wilayah yang termasuk kedalam masyarakat Sunda, yaitu Jawa Barat. Salah satu keunikan jenis sastra ini saat ini masih tetap hidup bahkan semakin berkembang, terbukti dengan obrolan-obrolan atau atau percakapan dan pidato yang menggunakan sisindiran. Sisindiran sebagai sastra lisan yang mempunyai keindahan kata yang bersajak, dilihat dari bentuknya dibagi menjadi tiga yaitu paparikan, rarakitan, dan wawangsalan. Sedangkan dari segi isi atau kandungannya, sisindiran dibagi tiga pula yaitu sesebred, piwuruk, dan silih asih. Sesebred adalah sisindiran yang berisi humor atau guyonan, piwuruk berisi nasihat-nasihat, sedangkan silih asih berisi jalinan kasih sayang dan asmara.