SUDARSO SEBAGAI DOKTER DAN PEJUANG BANGSA

Pengarang: 

JUNIAR PURBA

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2003

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

922 (TOKOH)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
53

Dokter Soedarso merupakan salah seorang dokter yang pernah mengabdikan dirinya di Kalimantan Barat sejak tahun 1938. Pengabdiannya banyak dicurahkan untuk kepentingan kemanusiaan. Sewaktu menjabat sebagai pimpinan sekolah Bidan di Rumah Bersalin Pontianak, dokter Soedarso selalu berusaha mengulurkan tangan dengan memberikan dorongan kepada anak didiknya sehingga dapat meningkatkan prestasi dan berhasil dalam pelajarannya. Jika ditelusuri dari perjalanan hidupnya, tokoh yang lahir di Pacitan ini merupakan sosok yang mengagumkan. Kesederhanaan, kejujuran, keaktifan, kedisiplinan serta penuh tanggung jawab merupakan cermin pribadinya. Sejak muda dan semasa kuliah, Soedarso telah aktif dalam kegiatan organisasi. Hal ini tetap diteruskannya setelah ia menjadi dokter. Dalam kancah perjuangan Kalimantan Barat, beliau selalu aktif dan pernah dipilih sebagai wakil Kalimantan Barat yang duduk dalam DPRS dan MPRS. Pada masa NICA, ia juga pernah ditahan dengan tuduhan ikut melakukan perlawanan. Sebagai seorang pengabdi di bidang kesehatan, ia juga berperan aktif dalam membantu dunia pendidikan. Ia seorang yang ulet dan memiliki wawasan luas. Keuletannya ini tercermin dalam tindakannya mempelopori pendirian sebuah sarana kesehatan untuk masyarakat Kalimantan Barat, yaitu pendirian Rumah Sakit Umum Dokter Soedarso. Untuk mengenang jasa beliau, di depan rumah sakit didirikan sebuah monumen dengan pembuatan tugu Dokter Soedarso. Selain dalam bidang kesehatan dan politik, ia juga berperan aktif dalam bidang pendidikan. Ia adalah sebagai salah seorag pemrakarsa berdirinya sekolah-sekolah kejuruan seperti, Sekolah Pendidikan Bidan, SKKP, SKKA dan bahkan ikut pula sebagai pelopor berdirinya Universitas Tanjungpura Pontianak. Pada tanggal 8 Maret 1976, Hari Senin Paing, dr. Soedarso meninggal dunia.