TIADA JALAN BERTABUR BUNGA MEMOAR PULAU BURU DALAM SKETSA

Pengarang: 

GREGORIUS SOEHARSOJO GOENITO

Penerbit: 

INSISTPress

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

BSL - 927 (920-929)

ISSN/ISBN: 

978-602-0857-11-4

Jumlah Halaman: 
248

Gregorius Soeharsojo Goenito adalah seorang seniman yang tinggal di Surabaya, JawaTimur. Setelah belajar kesenian di Perguruan Taman Siswa, Madiun, ia melukis, bermusik, bermain drama dan teater bersama Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) pada paruh pertama 1960an. Imbas dari peristiwa 1965 membawanya “tugas belajar” dari penjara ke penjara hingga akhirnya ia diasingkan di Pulau Buru oleh rezim Orde Baru. Sekitar sepuluh tahun sosok Gregorius Soeharsojo Goenito menjalani pengasingan sebagai tahanan politik di Buru yaitu pada tahun 1969-1979. Di bawah komando Badan Pelaksana Resettlement dan Rehabilitasi Pulau Buru (Bapperu), beliau bersama para tahanan politik lainnya harus menghadapi siksaan, mengalami kerja paksa, juga memendam rasa rindu kepada keluarga. Tetapi, ia mencoba sabar dalam menghadapi ini. Dan ia tetap mencoba untuk sabar dan percaya bahwa manusia punya ketegaran masing-masing untuk tetap bertahan. Di tengah situasi sulit itulah, bahan memoir tulisan dan sketsa ini lahir. Gregorius Soeharsojo Goenito mencoba mengekspresikan memori, histori, dan perenungannya sebagai tahanan politik dalam tulisan dan sketsa ini tidak hanya dengan marah dan meratap, tetapi juga dengan menertawainya. “Aku tak ingin mengenang Pulau Buru sebagai kenangan pahit, nyatanya setiap jalan menuju cita-cita tak selalu indah,” tuturnya.

TIADA JALAN BERTABUR BUNGA MEMOAR PULAU BURU DALAM SKETSA