TRANSLITERASI DAN TERJEMAHAN NASKAH KUNO LONTARA GALIGO BAGIAN II

Pengarang: 

DRS. PANARANGI HAMID, DKK

Penerbit: 

BKSNT UJUNG PANDANG

Tahun Terbit: 

1993/1994

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

9.1 (JP)

ISSN/ISBN: 

-

TRANSLITERASI DAN TERJEMAHAN NASKAH KUNO LONTARA GALIGO BAGIAN II

Naskah kuno Galigo bagian II ini memuat puluhan topik cerita. Buku ini mengandung cerita mitologis yang dapat menggambarkan masa prasejarah masyarakat Sulawesi Selatan.Salah satu diantaranya ialah mengisahkan tentang perjalanan hidup I Lagaligo Tobotoe I Lasemmaga To Sessunriwu Ti Padammani To Sinapati, putera mahkota calon pewaris Kerajaan Cina dan Kerajaan Luwu. Tokoh ini adalah putera Sawerigading dari isterinya yang bernama I We Cudai, Punna Bolae Ri Latanete. Suwerigading adalah pangeran mahkota dari kerajaan Luwu, sedangkan I We Cudai adalah puteri mahkota dari Kerajaan Cina yang berpusat di Latanete, Tanah Bugis. Demikianlah maka I lagaligo merupakan perpaduan hasil buah kasih antara sepasang suami isteri pewaris kerajaan. Keadaan ini memungkinkan I Lagaligo untuk tumbuh menjadi seorang tokoh yang mendapat dukungan sepenuhnya dari kerajaan Luwu maupun Kerajaan Cina. Tingkah laku dan perangai I Lagaligo itu tercermin antara lain dalam ketabahan dan keuletannya memperjuangkan sesuatu yang diinginkannya. Salah satu diantara keinginan dimaksud bertalian dengan kisah “percintaannya” denga We Tenrimonno, puteri raja Tempe yang juga masih terhitung sepupunya sendiri.