Dalam konsep kehidupan spiritual, Manusia Dayak dan Bumi Borneo ibaratkan roh dan raga. Jika Manusia Dayak adalah Roh, maka Bumi Borneo adalah raga. Ikatan ini terlihat dari berbagai kisah, falsafah hidup dan kearifan lokal Bangsa Dayak yang tidak terlepas dari ikatan emosi mereka dengan alam sekitar. Wujud dari emosi ini adalah substansi hukum adat, dimana setiap pemenuhan hukum adat bukan sajā¦