Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KONFLIK SUMBER DAYA ALAM ANTARA PENDUDUK LOKAL DENGAN PERUSAHAAN AGROFORESTRY DI KALIMANTAN SELATAN
Penanda Bagikan

Text

KONFLIK SUMBER DAYA ALAM ANTARA PENDUDUK LOKAL DENGAN PERUSAHAAN AGROFORESTRY DI KALIMANTAN SELATAN

Bambang H. Suta Purwana - Nama Orang;

KONFLIK SUMBER DAYA ALAM ANTARA PENDUDUK LOKAL DENGAN PERUSAHAAN AGROFORESTRY DI KALIMANTAN SELATAN
Perusahan-perusahaan perkayuan dan perkebunan di Kalimantan Selatan merupakan bagian dari kapitalisme global atau post-capitalist yang memiliki jaringan permodalan internasional sehingga dapat juga di bangun jaringan otoritas atau kekuasaan yang meliputi pemodal (Asia Development Bank), negara-negara Asean dan Pemda Kalimantan Selatan sendiri. Dalam konflik memperebutkan akses ke sumber daya alam itu kelihatan bahwa konflik-konflik itu maish bersifat parsial belum melibatkan keseluruhan warga masyarakat adat atau peladang sebagai satu kelas ekonomi tersendiri. Kekuatan pasar dan negara beraliansi melawan dan menundukkan kekuatan masyarakat setempat, hal ini nmapak nyata dalam bentuk dukungan politik dari pemerintah aerah bagi Multi National Corporation untuk beroperasi di Pegunungan Meratus yang menyimpan potensi sumber daya alam luar biasa terutama kayu dan emas. Warga balai Dayak di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan telah mengalami fenomena resources capture dan ecological. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa ecological marginalization menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas ekonomi atau marginalisasi ekonomi, karena sumberdaya yang menjadi tumpuan hidup penduduk telah rusak sebagai akibat dari aktivitas perusahaan yang mengekploitasi sumber daya secara berlebihan. Dampak sosial budaya yang mulai terjadi pada warga balai Dayak adalah memudarnya nilai-nilai tradisional dan institusi tradisional mereka.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Selatan : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA., 2003
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
L2.3(SOSBU
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?