Text
DAPUR DAN ALAT-ALAT MEMASAK TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Sesuai dengan pandangan masyarakat Jawa pada umumnya, bahwa dapur atau pawon adalah tempat kotor. Salah satu ciri dapur tradisional adalah pemakaian bahan bakar kayu. Di daerah pedesaan penggunaan bahan bakar kayu tidak ada masalah, seperti sepet, blarak, ranting kayu dan sebagainya dapat dipenuhi dari pekarangan sendiri. Salah satu ciri dapur tradisional lainnya adalah pemakaian tungku tradisional. Tungku berupa luweng, dhingkel, keren dipakai oleh hampir semua penduduk di daerah pedesaan. Bahan bakar untuk tungku sangat mudah dicari karena terdapat di sekitar rumah, disamping itu pemeliharaan tungku tidak sulit. Dilihat dari jenis alat-alat memasak yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat pedesaan, nampaknya tidak ada ciri yang menonjol yang menunjukkan identitas atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Hal ini terbukti makin banyaknya alat-alat memasak yang berupa panci, ceret, ketel, wajan dari alumunium, juga alat makan minum berupa gelas, piring, sendok, garpu, di dapur tradisional di desa. Pemakaian alat-alat dapur tradisional oleh sebagian besar penduduk pedesaan adalah hasil dari tangan-tangan terampil yang terdapat pada rumah tangga pedesaan. Kerajinan alat-alat dapur tersebut terbuat dari tanah liat dan bambu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain