Text
KABUPATEN KAPUAS DALAM LINTASAN SEJARAH (PROVINSI KALIMANTAN TENGAH)
Terbentuknya Kabupaten Kapuas dilalui dengan proses sejarah yang sangat panjang dimulai dari periode Kabupaten Kapuas dalam masa penjajahan Belanda, masa pendudukan dan masa setelah kemerdekaan. Pada masa penjajahan Belanda nama wilayah Kapuas ini diset dengan Onderafdeling Kapuas yang beribukota Kuala Kapuas termasuk dikukuhkan menjadi Afdeling Banjarmasin dan pada tahun 1913 Belanda membagi wilayah administratif secara menyeluruh di lingkungan Residen Borneo selatan dan timur dan terbentuknya Afdeling Dayaklanden (Tanah Dayak). Pada masa pendudukan Jepang, Afdeling Kapuas-Barito dimekarkan menjadi 3 dalam sebutan Barito Ken yang beribukotakan Muara Teweh, Dayak Ken beribukotakan Kuala Kapuas dan Sampit Ken yang beribukotakan Sampit. Pada masa kemerdekaan, diantara tahun 1945-1948, banyak pergolakan yang terjadi di Kalimantan Tengah pada umumnya di Kuala Kapuas pada khususnya. Daerah Kabupaten Kapuas diresmikan pada hari Rabu, 21 Maret 1951 di Kuala Kapuas oleh Gubernur Dr. Murdjani. bersama dengan itu pula dilantik anggota DPRDS. Pada tanggal 21 Maret 1951 dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten ini dan selalu diperingati setiap tahunnya dengan memilih Patih Barnstein Babu selaku pimpinan daerah. Setelah kemerdekaan kabupaten ini beberapa kali mengalami pemekaran wilayah.
Translate :
The formation of the Kapuas Regency was passed through a very long historical process starting from the period of the Kapuas Regency during the Dutch colonial period, the occupation period and the period after independence. During the Dutch colonial era the name of the Kapuas region was set with the Kapuas Onderafdeling, the capital of Kuala Kapuas, which was confirmed as Banjarmasin Afdeling and in 1913 the Dutch divided the administrative area as a whole in the southern and eastern Bornean Resident neighborhoods and the formation of Afdeling Dayaklanden (Tanah Dayak). During the Japanese occupation, the Kapuas-Barito Afdeling was divided into 3 in the name Barito Ken, which was headquartered in Muara Teweh, Dayak Ken, which was headquartered in Kuala Kapuas and Sampit Ken, which was headquartered in Sampit. During the independence period, in 1945-1948, many upheavals occurred in Central Kalimantan in general in Kuala Kapuas in particular. The Kapuas Regency area was inaugurated on Wednesday, March 21, 1951 in Kuala Kapuas by Governor Dr. Murdjani. Along with that the DPRDS member was appointed. On March 21, 1951 it was made the anniversary of the Regency and was always commemorated every year by electing Patih Barnstein Babu as regional leader. After independence the district experienced a number of regional splits.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain