Text
PERANAN BURUH PEMETIK DAUN TEH DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT DI PEDESAAN JAWA BARAT
PERANAN BURUH PEMETIK DAUN TEH DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT DI PEDESAAN JAWA BARAT
Hampir semua penduduk usia produktif di Desa Banjarasari bekerja di perkebunan teh dengan berbagai profesi. Pada umumnya, penduduk wanita di desa ini bekerja sebagai karyawan pemetik daun teh pada perkebunan PTP XIII. Kegiatan seperti itu sudah dilakukan turun temurun sejak dulu. Kesempatan berkumpul dengan anak dan suami bagi karyawan pemetik baru dapat dilakukan selepas pulang kerja sekitar pukul 15.00. Karyawan pemetik daun teh di desa ini menganggap anak lelaki punya nilai lebih daripada anak perempuan. Nilai anak dalam kehidupan keluarga karyawan pemetik daun teh adalah merupakan bagian dari kesatuan ekonomi dan sosial dalam keluarga. Ditempat pemetikan daun teh hubungan sosial antarkaryawan pemetik daun teh dengan sesamanya atau dengan atasan wajar saja. Di desa Banjarsari yang berstatus sebagai desa perkebunan ini, tata krama hubungan karyawan pemetik dengan atasannya masih diwarnai dengan warisa feodalisme tempo dulu. Jenjang kepangkatan dalam perkebunan selalu mempengaruhi sikap dan tingkah laku karyawan pemetik daun teh. Dalam kenyataannya setiap kegiatan yang ada di Banjarsari selalu dibantu perkebunan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain