Text
DIKILI TRADISI DALAM UPACARA MAULIDAN DI GORONTALO
DIKILITRADISI DALAM UPACARA MAULIDAN DI GORONTALO
Istilah dikili secara singkat dapat disamakan dengan zikir. Pada mulanya dikili dapat diucapkan atau dilagukan oleh tukang dikili pada waktu memperingati kelahiranNabi Muhammad SAW setiap bulan Rabiul Awal, sehingga muncul arti zikir maulidan. Dikili ialah tradisi lisan berlagu yang berisi pujaan dan kisah tentang Nabi Muhammad. Dikili terdiri atas dua bentuk yaitu syair dan narasi (kisah). Dikili ditinjau dari segi isi merupakan pujaan kepada nabi dan kisah Nabi Muhammad sejak dalam perut Siti Aminah sampai lahir, Nabi disusukan oleh Halimah Tussaadiyah dan menceritakan sifat nabi ketika masih kecil. Tukang dikili ialah orang yang telah mengetahui dikili baik hapal isinya maupun dalam melagukannya. Sedekah ialah uang yang disediakan panitia pelaksana dikili yang diberikan kepada orang yang berdikili. Sedekah berbentuk uang disertai sesajian dibagikan menjelang doa penutup.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain