Text
RUTE PERJUANGAN GERILYA NASUTION PADA MASA AGRESI MILITER BELANDA II
Kolonel A. H. Nasution yang sering disapa dengan sebutan Pak Nas, pada masa Perang Kemerdekaan Kedua (1948-1949) dikenal sebagai seorang arsitek perang rakyat semesta. Konsep perang gerilya yang dikemukakan oleh Pak Nas meliputi seluruh aspek perjuangan gerilya dalam mempertahankan kemerdekaan, mulai dari taktik bertempur, menghindari agitasi, perhubungan, nonkooperasi, kekacauan dan kabar bohong, pembentukan Pager (Pasukan Gerilya) Desa, kesehatan dan sebagainya. Konsep perang gerilya juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat, sehingga dalam waktu yang singkat seluruh pulau Jawa telah menjadi medan perang rakyat total melawan Belanda. Pada akhirnya, Perang Rakyat Semesta itu memperoleh kemenangan, antara lain ditandai dengan dikembalikannya ibukota RI Yogyakarta beserta para pemimpinnya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain