Text
PEMBERDAYAAN NILAI BUDAYA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KELUARGA SEJAHTERA DAERAH SUMATERA UTARA
PEMBERDAYAAN NILAI BUDAYA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KELUARGA SEJAHTERA DAERAH SUMATERA UTARA
Dilihat dari struktur keluarga, dalam keluarga Batak, ayah adalah kepala keluarga yang menjadi ”identitas” dari suatu keluarga Batak, ayah memiliki peran-peran keharusan (excepted role) untuk menghidupi / mencari nafkah buat anak-anak dan istrinya. Ibu adalah manager rumah tangga yang secara tradisi disebut ”parsonduk balom”. Anak adalah hamaraon (kekayaan) yang paling tinggi nilainya. Tanpa anak, khususnya anak laki-laki tidak ada keluarga Batak yang dapat dikategorikan sejahtera, bahkan kadang-kadang tanpa kehadiran anak dijadikan pertengkaran / dasar perceraian bagi suatu keluarga Batak. Kalau seseorang meninggal tanpa ada keturunan, status kematiannya dianggap rendah, karena jenazah orang tersebut tidak dapat dimasukkan ke ”batu napir” (tugu) keluarga.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain