Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERANAN BATU PAMALI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT DI MALUKU
Penanda Bagikan

Text

PERANAN BATU PAMALI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT DI MALUKU

BETY D.S HETHARION, ELIFAS T. MASPAITELLA, HENDRIK R. HERWAWAN, DLL - Nama Orang;

Simbol batu pamali merupakan simbol adat yang penting, seperti halnya baileu dan diyakini sebagai simbol yang sakral. Sebab itu setiap ritus yang berlangsung di batu pamali adalah ritus-ritus khusus yang dilaksanakan juga oleh orang yang oleh adat ditetapkan untuk itu, yakni maweng atau imam adat, atau disebut juga Pendeta Adat. Batu pamali merupakan sisa peninggalan leluhur yang menunjukkan adanya pengaruh dari zaman megalitikum di Maluku, yang dibawa bersamaan dengan migrasi kelompok Austronesia ke Pulau Seram. Sebab itu batu pamali dapat disejajarkan dengan beberapa dolmen yang juga ditemukan di Maluku, misalnya natar di Maluku Tenggara Barat. Kesakralan batu pamali turut dibentuk oleh pola--pola saksalisasinya seperti penempatannya di pelataran baileu. Umumnya diletakkan di bagian selatan, atau didalam pelataran baileu, sehingga kesakralannya diyakini sama atau menjadi bagian dari kesakralan baileu atau sebaliknya. Pentingnya batu pamali dikarenakan juga karena beberapa fungsi pokok yang menjadi bagian dari keyakinan umum masyarakat. Beberapa fungsi itu diantaranya sebagai dasar pembentukan/terbentuknya negeri adat, tempat permusyawaratan para leluhur, mengokohkan identitas adatis dll. Pada beberapa negeri adat, batu pamali adalah simbol integrasi sosial antar-soa, tetapi juga antar-negeri bahkan yang berbeda agama sekalipun. Batu pamali sebagai dasar pembentukan negeri menjadi salah satu simbol yang mengentalkan relasi keleluhuran dan kekerabatan itu, sehingga setiap masyarakat mampu memahami dirinya didalam relasi sesehari maupun pada saat berlangsung upacara-upacara di batu pamali atau upacara adat lainnya. 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Maluku : BPNB AMBON., 2012
Deskripsi Fisik
153
Bahasa
ISBN/ISSN
987-979-1463-36-9
Klasifikasi
MAD (300-319)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?