Text
CERITA "SI PITUNG" TOKOH LEGENDARIS DALAM PANDANGAN MASYARAKAT BETAWI
Cerita Si Pitung merupakan cerita rakyat asli Betawi, cerita ini muncul dari kehidupan masyarakat Betawi pada masa Kolonial Belanda. Menurut masyarakat Betawi tokoh Si Pitung merupakan tokoh pahlawan dan juga terdapat perbedaan tetapi sifatnya tidak fundamental. Cerita Si Pitung menggambarkan seorang tokoh yang pintar, sopan-santun, penyayang, hormat kepada orang tua dan guru, pembela kebenaran, pembela keadilan, jago silat, fasih mengaji, rajin beribadah, sportif dan nilai-nilai utama sesuai syariat Islam. Masyarakat Betawi mengimpikan anak lelaki mereka menjadi atau mendekati gambaran sosok Si Pitung. Dari keinginan itu lahirlah konsep ”Ngasosi”, yaitu ’Ngaji-Sholat-Silat”. Mengingat pentingnya nilai yang terkandung didalam cerita Si Pitung maka masyarakat Betawi berusaha untuk terus melestarikan cerita ini dengan melakukan upaya sosialisasi cerita Si Pitung melalui ngebuleng, ngerahul, sohibul hikayat, gambang rancak, lenong, penyelenggaraan karnaval pada acara 17 Agustusan. Didalam cerita Si Pitung terdapat nilai budaya yang luhur sekaligus sosok yang menerapkan nilai-nilai budaya itu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain