Text
TATAKRAMA MASYARAKAT BANJAR DI KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Fungsi dan manfaat tatakrama bagi kehidupan masyarakat Banjar pada hakikatnya merupakan reaksi dari ajaran agama Islam. Tatakrama yang dimaksudkan dalam lingkungan keluarga Banjar adalah adat sopan santun untuk berperilaku yang mesti dilakukan oleh masyarakat dalam berinteraksi dengan orang-orang berada di sekitarnya. Adat sopan santun tersebut berlaku secara bervariasi, yaitu antara anak-anak dengan orang tua tidak sama antara anak-anak dengan anak-anak purih (derajat keturunan). Antara anak-anak dengan orangtua yang tergolong kerabat dan orang tua bukan kerabat serta anak-anak dengan orang-orang tua yang menjadi tuan guru meskipun bukan kerabat, serta teman-teman sepermainan yang tidak ada hubungan berdasarkan bubuhan. Seiring dengan perubahan waktu, terjadi perubahan sosial pada berbagai aspek kehidupan masyarakat Banjar. Perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Banjar bermula sejak dihapusnya kerajaan Banjar oleh kolonial Belanda. Perubahan tersebut berkaitan dengan tatakarama yang berlaku sehari-hari pada masyarakat, seperti tatakrama dalam keluarga inti, tatakrama dalam keluarga luas, tatakrama dalam adat budaya, dan lain-lain.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain