Text
SAIRU S-SALIKIN I
Naskah lama yang berasal dari daerah Palembang yang berjudul Sairu S-Salikin I, isinya tentang agama Islam khususnya mengenai budi pekerti luhur. Islam memandang keluarga (rumah tangga) itu sebagai satuan masyarakat yang menduduki fungsi strategis dan berperan dominan dalam menentukan corak kehidupan masyarakat. Islam memperlakukan keluarga sebagai basis penanaman dan pembinaan nilai-nilai luhur. Islam memberikan tanggung jawab yang besar kepada keluarga dalam mewariskan nilai-nilai kepada generasi penerus, yaitu anak-anak untuk dijadikan pedoman dan acuan berfikir, bersikap dan berprilaku. Keluarga dalam pandangan Islam merupakan tempat menumbuhkan perasaan cinta dan kasih sayang antara isteri-suami dan anak-anak yang dilahirkannya. Pendidikan budi pekerti, tatakrama hendaknya ditanamkan sedini mungkin terhadap anak-anak, dalam hal ini kedua orang tualah yang sangat berperan. Polafikir dan gaya hidup seseorang sangat dipengaruhi didikan masa kecilnya. Anak-anak yang dibiasakan serba ada dan berpola hidup mewah akan menjadikan anak itu nantinya menjadi pemalas dan enggan berusaha. Dalam berbicara seseorang itu hendaknya selalu memikirkan dampaknya, lebih baik diam daripada berbicara yang tidak mengandung manfaat. Karena lisan dan perkataan adalah sumber keselamatan dan juga sumber kecelakaan. Makan dan minum jangan berlebihan, karena akan menjurus kepada nafsu yang dicela atau dilarang di dalam Islam.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain