Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of POLA ADAPTASI MIGRAN BAJO TERHADAP MASYARAKAT DI PULAU WANGI-WANGI KEPULAUAN WAKATOBI
Penanda Bagikan

Text

POLA ADAPTASI MIGRAN BAJO TERHADAP MASYARAKAT DI PULAU WANGI-WANGI KEPULAUAN WAKATOBI

ABDUL ASIS - Nama Orang;

Keberadaan masyarakat pendatang akibat migrasi atau urbanisasi di suatu wilayah membawa konsekuensi bagi migran untuk memiliki suatu metode sebagai strategi beradaptasi. Sebagai migran pendatang, orang Bajo dalam kesehariannya dapat hidup berdampingan dan terjalin kerjasama yang baik dan harmonis terhadap masyarakat disekitarnya (penduduk asli maupun masyarakat pendatang lainnya). Hubungan tersebut dilakukan dalam kegiatan gotong-royong, kerjasama, dan lainya. Beberapa etnis lain yang hidup berdampingan dengan orang-orang Bajo Mola seperti: suku Bugis Makassar, Buton, Tolaki, Ambon, dan lain-lainnya sehingga memudahkan bersosialisasi dan beradaptasi dengan orang-orang disekitarnya. Pola-pola adaptasi yang mereka lakukan antara lain adaptasi dengan lingkungan, adaptasi dalam kehidupan bermasyarakat, adaptasi dalam bidang ekonomi, adaptasi atau terjadinya hubungan kawin mawin di kuar sukunya dan adaptasi dalam kehidupan keagamaan. Dan orang Bajo tergolong etnis mayoritas di Kampung Mola sedangkan suku-suku lainnya yang bukan Bajo merupakan suku minoritas. Maka orang-orang Bajo yang paling banyak berinteraksi dan beradaptasi dengan penduduk asli mencapai angka 6188 bila dibandingkan dengan etnis-etnis pendatang lainnya. Orang Bajo yang lama menetap di Mola sudah paham dan mengerti bahasa daerah setempat (bahasa Wanci). Tetapi bila keduanya tidak saling mengerti dengan bahasa daerah lain etnis maka mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar didalam pergaulan mereka sehari-hari.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
IISA - 305.8 (300-309) ABD P
Penerbit
Sulawesi Selatan : BPNB MAKASSAR., 2013
Deskripsi Fisik
xii+125hlm; 14cmx21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-263-034-0
Klasifikasi
IISA - 305.8 (300-309)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?