Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of TANAMAN POKEM DALAM TRADISI LOKAL ETNIS BIAK DI PULAU NUMFOR KABUPATEN BIAK NUMFOR
Penanda Bagikan

Text

TANAMAN POKEM DALAM TRADISI LOKAL ETNIS BIAK DI PULAU NUMFOR KABUPATEN BIAK NUMFOR

VEIBE R. ASSA, S.PD, DKK - Nama Orang;

TANAMAN ”POKEM” DALAM TRADISI LOKAL ETNIS BIAK DI PULAU NUMFOR KABUPATEN BIAK NUMFOR

Pokem (Latin:pennisetum sp) merupakan salah satu makanan khas yang ada di wilayah Papua. Pokem merupakan makanan pokok dan makanan pendamping selain sagu dan umbi-umbian didaerah tersebut. Tanaman pokem sendiri tidak dapat dijumpai di wilayah lain di pulau Papua. Pokem terdiri atas beberapa bagian, yaitu batang atau jelai, bulir dan isi bulir. Masing-masing dengan sebutan lokal yaitu : kor untuk batang atau jelai, Mor untuk bulir pokem, dan kraf untuk isi bulir pokem. Pokem yang siap diolah adalah pokem yang berupa bulir-bulir dan telah dipisahkan dari batang atau jelainya sehingga hanya tersisa biji-bijian kecil pokem. Selanjutnya biji-bijian pokem atau serealia pokem siap diolah menjadi makanan. Biasanya penduduk lokal membuat bubur sereal yang encer maupun padat tergantung selera dan cara pengolahannya. Masyarakat Biak yang ada di Numfor telah melakukan tradisi menanam pokem bertahun-tahun. Tradisi ini dilakukan dengan beberapa proses atau tahapan, yang didalamnya dilakukan sejumlah upacara agar proses dapat berjalan dengan baik. Seperti halnya Mananwir pokem, yang dipercaya sebagai pemimpin dalam melakukan tradisi menanam pokem. Menurunnya kebiasaan melakukan tradisi menanam pokem mengakibatkan bergesernya beberapa fungsi yang ada sebelumnya. Bila dahulu saat masyarakat aktif menjadi pelaku tradisi, fungsi-fungsi penting seperti fungsi sosial, budaya dan pendidikan menjadi dominan dan berpengaruh terhadap keseimbangan hidup masyarakat terhadap alam dan lingkungannya. Namun sekarang, beberapa fungsi menjadi bergeser bahkan mulai hilang seiring terkikisnya tradisi ini sedikit demi sedikit.

 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: BPNB PAPUA., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-1228-10-4
Klasifikasi
2.4 (300-3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?