Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ESAGENANG VOL. 11 NO. 20 AGUSTUS 2012
Penanda Bagikan

Text

ESAGENANG VOL. 11 NO. 20 AGUSTUS 2012

HENDRIK GUNAWAN, DKK - Nama Orang;

ESAGENANG VOL. 11 NO. 20 AGUSTUS 2012

Jurnal Esagenang ini terbit setiap 6 bulan sekali yakni bulan Februari dan Agustus. Jurnal dua puluh Vol.11 No.20 Agustus 2012 ini memuat 11 (sebelas) judul diantaranya : 1) Komunitas Tionghoa Di Manado: Sebuah Catatan Awal oleh Hendrik Gunawan. Kehadiran orang Tionghoa di Manado, pertama kali adalah untuk kepentingan pembnagunan Benteng VOC di Manado pada tahun 1655, walaupun sudah ada catatan pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu 1607 dan 1610 mengenai kehadiran kapal laut VOC-Cina berupa junk. 2) Kajian Kotak Batu Kubur Megalitik Di Kabupaten Minahasa oleh Agung Triwibowo. Waruga merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Megalitikum yang telah berusia ratusan tahun. Waruga menandai kekhasan masyarakat Sulawesi Utara. Waruga merupakan peti yang terbuat dari batu yang berfungsi sebagai tempat penguburan jasad orang mati. 3) Sistem Pemerintahan Di Minahasa Dari Masa Ke Masa oleh Yoran Lamangida. Pemerintahan masyarakat Minahasa tempo dulu dimulai pada masa tumani sampai pakasaan, dan diperkuat dengan kedatangan bangsa Spanyol pada tahun 1563 dengan pergulatan bangsa portugis, perjalanan sejarah tersebut dikuatkan pada awal kolonialisme Belanda permulaan abad ke-17 sekitar pada tahun 1607 sampai hasilnya adalah satu pengakuan bahwa Sulawesi Utara telah terbagi dalam dua daerah pada tanggal 15 Maret 1756. 4) Kehamilan, Kelahiran Dan Perawatan Ibu Dan Bayi Dalam Konteks Budaya Bolaang-Mongondow oleh Salmin Djakaria. Moliwi adalah kebiasaan orang tua dalam membujuk anaknya yang sedang menangis. Dalam syair-syair moliwi terkandung nilai yang merupakan harapan orang tua untuk masa depan sang anak antara lain: Rasa cinta dan kasih sayang; pendidikan agama; rasa sosial dalam kehidupan dan pengenalan lingkungan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Sulawesi Utara : BPNB MANADO., 2012
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
1693-1351
Klasifikasi
9.1 (JP)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?