Text
PERANAN QADHI ABDUSSHAMAD DALAM PENYEBARAN ISLAM PADA MASYARAKAT DAYAK BAKUMPAI DI KABUPATEN BARITO KUALA
Masuknya agama Islam di Kalimantan Selatan terjadi lama sebelum berdirinya Kerajaan Islam Banjar, begitu pula di kawasan permukiman masyarakat Dayak Bakumpai. Untuk persebaran agama Islam, tentu tidak terlepas dari jasa, peranan dan perjuangan para ulama dan tokoh-tokoh Islam yang hidup pada masa lalu; salah satunya adalah Qadhi Abdusshamad dan keturunannya yang juga ulama, yang aktif menyebarkan Islam di Tanah Dayak di sepanjang aliran sungai barito. Ia dilahirkan pada hari sabtu malam ahad tanggal 24 Zulkaidah 1237 H bertepatan dengan tanggal 12 Agustus 1822 M di Kampung Bentok (Kampung Tengah) Marabahan. Qadhi Abdusshamad berperan besar terhadap penyebaran Islam di Tanah Dayak yang meliputi daerah sepanjang aliran sungai Barito. Kealiman dan ketinggian ilmu yang dimilikinya tidak hanya tercermin dari kiprah dan perilaku di sepanjang kehidupannya, tetapi juga gelar yang diberikan dan penghormatan penziarah kepadanya baik dalam bentuk haul atau bahaul, berdoa dan berzikir, dan pembacaan riwayat hidup (manaqib) di kompleks makam. Secara akademik, pengakuan tersebut paling tidak boleh dilihat dari sebutan syekh atau datu di depan namanya dan secara birokrasi memandangkan kedudukannya yang terhormat sebagai seorang qadhi yang telah dipercayai oleh masyarakat. Tinggalan Qadhi Abdusshamad dan keturunannya berupa artefak selain makam yang menjadi objek wisata religius yang dikunjungi oleh banyak para penziarah, kitab kuning, bangunan mushalla, dan lain-lain. Yang terpenting adalah telah berkembangnya agama Islam dan menjadi pegangan hidup masyarakat Dayak Bakumpai di sepanjang aliran sungai Barito hingga sekarang ini.
Translate
The entry of Islam in South Kalimantan occurred long before the founding of the Islam Banjar kingdom, as well as in the residential areas of the Dayak Bakumpai community. For the spread of Islam, of course it was inseparable from the services, roles and struggles of Islamic scholars and figures who lived in the past; one of them was Qadhi Abdusshamad and his descendants who were also scholars, who actively spread Islam in Tanah Dayak along the Barito River. He was born on Saturday evening, Sunday 24 Zulkaidah 1237 h to coincide with August 12, 1822 ad in Kampung Kentok (Kampung Tengah) Marabahan. Qadhi Abdusshamad prlayed a major role in the spread of Islam in the Tanah Dayak which covered areas along the Barito River. His wisdom and heights of knowledge were not only reflected in his gait and behaviour throughout his life, but also the title given and the pilgrim's respect for him in the form of haul or prayer, praying and making remembrance, and reading biographies (manaqib) in the tomb complex. Academically, this recognition must at least be seen from the designation of the sheikh or datu in front of his name and bureaucratic views of his respectable position as a Qadhi that has been trusted by the public. The remains of Qadhi Abdusshamad and his descendants were artefacts other than the tomb which became a religious tourist attraction visited by many pilgrims, the yellow book, the mushalla building, and others. The most important thing was that the development of Islam had become the basis of the life of the Dayak Bakumpai community along the Barito River until now.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain