Text
SASI : KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MALUKU TENGAH MENGELOLA LINGKUNGAN
SASI :KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MALUKU TENGAH MENGELOLA LINGKUNGAN
Masyarakat Maluku memiliki kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam yang dikenal dengan sasi. Sasi ini bersumber dari pemenuhan kebutuhan masa depan kolektif dengan mengekalkan ajaran tentang anule-wemale yang berdimensi teologis dan kemanusiaan. Manusia sebagai anak negeri berada di tengah sebagai mediator antara Upu lanite (langit) personifikasi ayah dan Ina ume (tanah) yang dipersonifikasi sebagai ibu. Sasi terkait dengan konteks budaya, sejarah masyarakat Pulau Seram sehingga keberadaannya spesifik dan eksis dijadikan pedoman dalam pengelolaan alam. Sasi terbukti berfungsi sebagai prufikasi kosmos, legitimasi budaya, regenerasi prinsip komunalisme, penguatan komunitas, dan konservasi lingkungan. Ssai yang sebelumnya dinyatakan dalam ritual buka dan tutup sasi yang dihadiri oleh masyarakat setempat dan pemberian tanda simbolik zona larangan dan waktu berlakunya yang hanya dimengerti oleh masyarakat setempat maka saat ini dinyatakan bukan hanya ritual, melainkan dengan tulisan di media tertentu dengan warna berterima yaitu merah yang dapat dipahami oleh semua orang yang bermakna larangan. Di Haruku dalam sasi ikan lompa tetap menggunakan tanda simbolik berupa ketupat berbentuk ikan yang diintegrasikan dalam ritual buka dan tutup sasi tetapi menerapkan peraturan negeri atau desa penguatan peran kewang dan denda pelanggar sasi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain