Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of LEUSER DALAM KONSEPSI MASYARAKAT GAYO LUES
Penanda Bagikan

Text

LEUSER DALAM KONSEPSI MASYARAKAT GAYO LUES

AGUSSABTI, DKK - Nama Orang;

LEUSER DALAM KONSEPSI MASYARAKAT GAYO LUES
Leuser tampak anggun dalam kekokohan dan keterlindungan dibalik pending-pending jajaran pegunungan bukit barisan dan dalam dekapan adat masyarakat lokal Gayo Lues. Hanya orang-orang dan tujuan tertentu pula yang dapat datang mendekati Leuser. Bahwa di puncak Leuser orang bisa melihat bulan sabit hari pertama pergantian bulan, sayu sayup dari kejauhan terdengar suara azan magrib saat dikumandangkan di pantai barat, dll. Kontak sosial dan keterbukaan dengan dunia luar semakin menyikap selubung Leuser, termasuk asal-usul sebutan itu. Pada penghujung dasawarsa kedua abad ke-20, nama Padang Sari Bulan segera berangsur-angsur mengendap dalam ingatan, dan yang tampil kemudian adalah sebutan Leuser. Perbedaan pendapat tentang asal-usul sebutan Leuser dapat dipahami, mengingat rentang waktu yang relatif cukup panjang antara perjalanan pasukan Van Daalen ke daerah Gayo Lues dan masa kita sekarang, yaitu genap satu abad. Makna kematian khusus untuk makhluk yang bernyawa dapat berwujud fisik maupun simbolik. Wujud fisik kematian dihubungan dengan temuan tulang belulang binatang berkerangka besar di kompleks Gunung Leuser maupun pengalaman pengalaman individual pribadi tertentu. Makna simbolik kematian dipautkan dengan sanksi pelanggaran adat Gayo Lues, yaitu dalam bentuk hukuman buang ke rimba Leuser yang berakibat status dan peran sosial seseorang dalam masyarakat dimatikan. Tangan keberdayaan ekonomi, masyarakat lokal akan selalu terobsesi bahwa apapun yang amsuk ke Gayo Lues adalah tidak bersih dan menjadi pemicu berbagai bencana.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Nanggroe Aceh Darussalam : BPNB BANDA ACEH., 2014
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-9457-43-8
Klasifikasi
2.2.2 (300
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?