Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of MAKEPUNG JEMBRANA PROVINSI BALI
Penanda Bagikan

Text

MAKEPUNG JEMBRANA PROVINSI BALI

I NYOMAN SUARKA - Nama Orang; IDA BAGUS DHARMIKA - Nama Orang; I MADE DHARMA SUTEJA - Nama Orang; HARTONO - Nama Orang; NI LUH SUTJIATI BERATHA - Nama Orang; I KETUT SUDEWA - Nama Orang; PUTU KAMASAN SANJAYA - Nama Orang;

Masyarakat Jembrana adalah masyarakat yang memang suka mabarung, yaitu mengadakan pertandingan seperti jegog mabarung, kendang mabarung, mabente (adu kaki), majangka (panco), makepung, dll. Warisan budaya nonbenda yang sangat spesifik dimiliki oleh masyarakat Jembrana dan telah menjadi salah satu identitasnya adalah makepung. Makepung adalah suatu atraksi pacuan atau balapan kerbau yang hanya terdapat di Kab. Jembrana, sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan menjadi ciri khas dan/atau simbol kebanggaan Kab. Jembrana. Pada saat ini, lomba makepung tidak hanya diikuti oleh para petani tetapi juga bukan petani. Oleh karena itu, kerbau yang dipakai perlombaan tidak hanya dipelihara oleh petani tetapi juga oleh pengusaha sebagai sambang status sosial. Hal terpenting dibalik tradisi lomba makepung adalah sebagai wahana untuk meredam konflik sosial dalam masyarakat. Dalam tradisi ini diperlukan beberapa peralatan yang sangat unik, indah, menarik diantaranya sepasang kerbau laki-laki (kebo) yang sudah dikebiri dan kira-kira berumur 3 tahun; cikar; uga; cagak; sambed; klengan; gongseng; rumbing; selongsong; bongkol. Sejak makepung dengan menggunakan cikar tahun 1959 pacuan kerbau sudah menggunakan hiasan tertentu dan menarik sesuai dengan cikar yang ditariknya. Tradisi ini memiliki enam sirkuit hingga sekarang meliputi Delod Berawah, Merta Sari, Kaliakah, Pangkung Dalem, Tuwed, dan Awen. Atraksi ini diselenggarakan setiap tahun mulai dari Juli s/d November, dari satu sirkuit ke sirkuit lain secara bergiliran dengan tenggang waktu 2 minggu sekali. Hal yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke arena pakepungan adalah makanan kerbau harus ditingkatkan dan bergizi. 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE - 793.3 (790-799) INY M
Penerbit
Bali : BPNB BADUNG., 2012
Deskripsi Fisik
34 hlm; 16cm x 21,2cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-7961-03-6
Klasifikasi
RKE - 798.8 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?