Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PATU MBOJO STRUKTUR, KONSEP PERTUNJUKAN PROSES PENCIPTAAN DAN FUNGSI
Penanda Bagikan

Text

PATU MBOJO STRUKTUR, KONSEP PERTUNJUKAN PROSES PENCIPTAAN DAN FUNGSI

AHMAD BADRUN - Nama Orang;

Patu Mbojo pada umumnya terdiri dari tiga atau empat kalimat. Selain itu, ada juga patu yang melebihi empat kalimat. Bentuk terpanjang patu adalah sebelas kalimat. Bentuk dasar patu Mbojo adalah dua kalimat. Akan tetapi bentuk yang terdiri dari 2 kalimat sudah jarang ditemukan pada saat sekarang. Jumlah kata dan suku kata pada tiap kalimat patu berkisar 2 sampai 17 kata. Jumlah suku kata berkisar 4 sampai 44 suku kata. Patu mbojo tidak bersampiran dan berirama (bersajak) akhir, tetapi berirama dalam dan berirama sempurna atau tidak sempurna. Patu Mbojo biasanya dinyanyikan. Karena dinyanyikan, patu Mbojo disebut juga rawa Mbojo “lagu Bima”. Patu dipertunjukkan dalam perayaan peristiwa apa saja, terutama pada perayaan perkawinan. Proses penciptaan patu dilakukan dalam pertunjukan dan diluar pertunjukan. Patu yang diciptakan dalam pertunjukan adalah patu cinta, sedangkan patu yang diciptakan di luar pertunjukan adalah dali. Penciptaan patu dalam pertunjukan memerlukan stimulus. Stimulusnya adalah berupa bunyi biola, patu kawan dan tanggapan pendengar. Fungsi patu atau pertunjukan patu meliputi fungsi untuk menggoda orang, mengenang masa lalu, pendidikan dan hiburan. Fungsi patu yang paling utama dan masih bertahan sampai dewasa ini adalah fungsi hiburan. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa fungsi pertunjukan patu adalah untuk hiburan. Dalam pertunjukan patu, unsur teks, konteks, proses penciptaan dan fungsi merupakan unsur yang selalu hadir.  


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE - 790,2 (790-799) AHM P
Penerbit
Nusa Tenggara Barat : LENGGE MATARAM., 2014
Deskripsi Fisik
XII + 300hlm; 15,5cm x 24cm; ILUS
Bahasa
ISBN/ISSN
978-979-35440-4-5
Klasifikasi
RKE - 790.2 (790-799)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?