Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of RIWAYAT SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRI PENDIRI KOTA DAN KESULTANAN PONTIANAK 1739 - 1808
Penanda Bagikan

Text

RIWAYAT SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRI PENDIRI KOTA DAN KESULTANAN PONTIANAK 1739 - 1808

Drs. Ansar Rahman, dkk - Nama Orang;

RIWAYAT SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRI PENDIRI KOTA DAN KESULTANAN PONTIANAK 1739-1808

 

Mempelajari sejarah berdirinya Kota Pontianak, dimulai dari peristiwa Syarif Abdurrahman Alkadri menjejakkan kakinya di tepian pertemuan sungai Kapuas Kecil dan sungai Landak pada pagi hari tanggal 23 Oktober 1771. Menurut tarikh Hijriyah, ia dilahirkan di Matan pada 15 Rabiulawal 1153 H pada hari Senin pukul 10 pagi atau bersamaan dengan tahun 1739 Masehi. Jadi ketika mendirikan Sultan Pontianak, ia baru berusia 32 tahun. Syarif Abdurrahman Alkadri adalah putera asli Kalimantan Barat, ayahnya Sayid Husein Alkadri, seorang keturunan Arab yang telah menjadi warga kerajan Matan. Ibunya Nyai Tua adalah seorang puteri dari Matan, yang menurut penulis Belanda JJK Enthoven, adalah seorang puteri Dayak yang telah menganut agama Islam. Sayid Husein Alkadri kemudian pindah ke Mempawah, menjadi tuan besar Mempawah setelah Raja Mempawah Opu Daeng Menambun meninggal. Syarif Abdurrahman bergelar Pangeran karena ia adalah putera Tuan Besar Mempawah dan iapun menjadi menantu Raja Opu Daeng Menambon, ketika ia dikawinkan dengan Puteri Candra Midi. Begitupun ketika ia kawin lagi dengan puteri Raja Banjaryang bernama Ratu Syahranon, ia diberi gelar Pangeran Syarif Abdurrahman Nur Alam. Dari riwayat keturunannya ini tersirat bahwa Syarif Abdurrrahman Alkadri adalah putera asli Kalimantan Barat, putera dari seorang ulama Islam Habib Husein Alkadri. Pengalaman mengembara dan sukses berdagang, mendorong ia mendirikan pusat perdagangan dan pusat kekuasaan Islam di Pontianak. Ia mendirikan Kesultanan Pontianak dan Sultan Syarif Abdurrahman adalah perintis dan pendiri Kota Pontianak. Walaupun kelak ia terpaksa harus tunduk dibawah kolonial Belanda, adalah akibat politik penjajahan Belanda.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Barat : PEMERINTAH DAERAH KOTAMADYA TINGKAT II PTK., 1999
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
L8.2(TOKOH
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?