Text
SAREKAT ISLAM DAN PERGERAKAN POLITIK DI PALEMBANG
Sarekat Islam tumbuh di Palembang dibawa oleh tokoh-tokoh dari Jawa melalui Lampung. Berdirinya Sarekat Islam di daerah ini karena adanya perubahan sikap politik dari Pemerintahan Hindia Belanda terhadap daerah jajahan. Sarekat Islam mulai diterima masyarakat Palembang karena umat Islam jenuh dengan adanya pertengkaran paham, yang umumnya berbeda pendapat dalam masalah khilafiah dan kurafah (tahyul). Tahun 1920 SI di daerah Karesidenan Palembang secara keseluruhan sudah menjadi organisasi terlarang atau dibubarkan secara paksa. Sehubungan dengan itu, pemuka Sarekat Islam berusaha menyatukan tokoh masyarakat untuk melakukan gerakan meskipun dilakukan secara sembunyi. Semakin meluasnya pengaruh Sarekat Islam di daerah Palembang, membuat pemerintah Kolonial Belanda khawatir dan cemas sehingga membatasi kegiatan yang dilakukan oleh Sarekat Islam. Hal itu menyebabkan banyak terjadi konflik sehingga menyebabkan perlawanan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain