Text
SERAT TAJUSALATIN SUATU KAJIAN FILSAFAT DAN BUDAYA
SERAT TAJUSALATIN SUATU KAJIAN FILSAFAT DAN BUDAYA
Serat Tajusalatin merupakan hasil karya sastra Jawa yang berisi ajaran moral dengan menggunakan cara pendekatan filsafat dan budaya. Tajusalatin ditulis dengan huruf latin, dan berbahasa Jawa, dengan maksud agar para pembaca yang berbahasa Jawa dapat memahami isi ajaran yang terkandung di dalamnya. Tajusalatin atau mahkota raja-raja merupakan satu hasil sastra Indonesia lama yang terkenal. Isi ceritanya mengandung ajaran moral yang ditulis dengan menggunakan versi Islam yaitu Arab, dan berisi uraian tentang kewajiban yang harus dilakukan oleh raja-raja (para pemimpin), hulubalang, menteri dan rakyat. Ajaran moral yang dimaksud di dalam Serat Tajusalatin adalah ajaran yang berisi suri tauladan yang baik bagi para pemimpin (raja dan pejabat negara). Kisah-kisah yang terdapat di dalam Serat Tajusalatin lebih banyak menvisualisasikan kegiatan yang sebenarnya meliputi keberadaan Tuhan, malaikat, kitab suci Al Quran, serta nasib baik dan buruk (qodla' dan Qadar). Namun pemimpin atau raja yang bengis dalam Serat Tajusalatin digambarkan secara jelas. Tuhan akan melakukan hukuman bagi kaum kafir, yaitu kaum yang tidak percaya adanya Tuhan. Pada bagian ini digambarkan kisah-kisah raja yang dimurkai Tuhan. Bagi perkembangan Kesusasteraan Jawa, Serat tajusalatin merupakan hasil karya sastra yang memperkaya kesusasteraan Jawa. Selama ini hanya sastra yang ada berbentuk kisah-kisah Raja Islam Jawa. Hal-hal yang diajarkan dalam Serat Tajusalatin tidak bertentangan dengan pandangan hidup masyarakat Jawa. Menurut pandangan Jawa tugas seorang raja/pemimpin adalah sebagai pengayom rakyat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain