Text
PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 13 NO 2
Patrawidya Vol 13 No 2 memuat beberapa artikel sejarah dan budaya. Baha'Uddin mengawali edisi Juni 2012 melalui sebuah tulisan yang cukup menarik tentang pelayanan kesehatan di Jawa. Salah satu aspek yang belum banyak diungkap dalam penulisan sejarah kesehatan menurut Baha'Uddin adalah bahwa transfer pengetahuan kesehatan (modern) yang diterima oleh masyarakat pribumi sesungguhnya tidak hanya berasal dari orang Belanda, melainkan juga berasal dari orang Amerika yang diwakili oleh kehadiran Rockefeller Foundation. Propaganda kesehatan yang dilakukan Rockefeller Foundation dalam rangka pengendalian penyakit cacing tambang di Jawa. Tulisan lain dalam edisi ini yag berbicara tentang sejarah adalah Hisbaron Muryantoro dengan tulisan tentang kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik yang terjadi di Banyuwangi pada masa pendudukan Jepang. Menurut Hisbaron Muryantoro, masyarakat Banyuwangi dapat memetik pelajaran akibat penduudkan tersebut, berupa kesadaran nasionalisme. Yustina Hastrini Nurwanti mengupas tentang pendidikan perempuan pada masa kolonial khususnya tentang Sekolah dan Internaat Mendoet tahun 1908-1942. Tulisan ini dibangun berdasarkan sumber lisan dan sumber kolonial yang sezaman. Hasil penelitiannya menunjukkan Sekolah Mendhoet dibangun berdasarkan sistem kolonial Hindia belanda yang menekankan pada kedisiplinan dan kesederhanaan. Sebuah tulisan yang berjudul Inovasi Teks Drama dan Pertunjukkan Teater Putu Wijaya Dalam Perbahan Sosial Budaya di Indonesia 1960-2000-1n, kami sajikan dalam edisi ini. Tulisan Purwanto ini mengupas tentang karya-karya Putu Wijaya yang sangat dipengaruhi oleh perubahan sosial politik yang terjadi di tanah air. Perubahan rejim oleh Putu Wijaya justru disikapi sebagai peluang untuk melakukan pembaruan atas karya drama dan teaternya. Beberapa tulisan yang membahas tentang budaya hadir dalam edisi kali ini, seperti Asemdoyong, Kecamatan Taman, Pemalang, jawa Tengah. baritan yakni upacara sedekah laut yang hidup di kalangan masyarakat nelayan Asemdoyong berfungsi sebagai media keseimbangan hubungan antara nelayan dengan Sing mbaurekse. Melalui tradisi ini masyarakat nelayan meyakini akan mendapat keberkahan dan keselamatan pada waktu sedang melaut. Tradisi tersebut juga menjadi sarana persatuan dan kesatuan bagi masyarakat setempat. penelitian tentang kearifan lokal menjadi fokus kajian Sukari dengan mengambil studi lapangan pada petani garam dan tambak ikan di desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori, Rembang. Hasil dari penelitian Sukari menunjukkan bahwa petani garam dalam mengelola lahan untuk penggaraman menerapkan sistem pengetahuan tradisional yang telah diwariskan secara turun temurun. Petani dalam pengelolaan tambak sangat memperhatikan keseimbangan lingkungan alam yng ditunjukkan dengan tidak memakai pupuk kimia. Tulisan tentang industri mebel di Bukir, Kota pasuruan ditulis oleh Isni Herawati, hasil penelitiannya menunjukkan untuk menghadapi tantangan dalam industri mebel para pengusaha menerapkan berbagai kiat agar usahanya tetap eksis. Kiat-kiat itu seperti menciptakan model-model baru, membuka show room di tempat lain. Dalam menghadapi mahalnya harga kayu yang menjadi bahan baku utama pembuatan mebel, para pengusaha kemudian memakai kayu dengan kualitas yang lebih rendah. Siti Munawaroh menutup edisi kali ini dengan tulisan berjudul Respon Masyarakat Desa Sumberejo terhadap Objek Wisata Pantai Watu Ulo di Kabupaten Jember. Menurut Siti Munawaroh keberadaan dan respon masyarakat Desa Sumberejo terhadap objek wisata pantai Watu Ulo berpengaruh positif bagi masyarakat. Masyarakat Ambulu merespon keberadaan tempat wisata tersebut dengan membuka warung kelontong, toko cinderamata, rumah makan juga jasa fotografi maupun menjadi pedagang asongan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain