Text
JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL IV NO 7 JUNI 2009
Tulisan Lutfi Yondrimenguraikan tentang nilai-nilai lama dalam tradisi megalitik seperti persatuan dan gotong royong, ternyata masih sangat relevan untuk kehidupan saat ini. Taryati mengupas tentang nilai-nilai luhur yang ada dalam tradisi Grebeg Maulud di Yogyakarta, sedangkan Kasidi dan Anom Kombara mengupas tentang pentingnya pendidikan melalui wayang dan pendidikan multikultur yang sangat diperlukan sebagai salah satu cara untuk menghindari konflik. Kekayaan seni di Indonesia antara lain dikupas oleh Yustina HN yaitu tentang sejarah wayang Topeng Panji Jabung yang saat ini masih belum mendapat perhatian dari pemerintah akan perkembangannya, kemudian Tari Bedaya Semang yang merupakan tari bedaya Kraton Yogyakarta yang sangat kental dengan religi diuraikan oleh Dwi Ratna Nurhajarini. Tari Tayub yang merupakan tarian rakyat sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat di wilayah Pati diuraikan oleh Sukari secara lengkap. Niken Wirasanti mengupas tentang bagaimana pandangan masyarakat sekitar Gunung Merapi akan adanya tanda-tanda ekologi yang timbul berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi. Bagaimana orang Jawa di padang yang disebut sebagai orang pasaman dijabarkan oleh Undri secara jelas dan kronologis. Rumah merupakan hal penting dalam suatu keluarga, maka tidak mengherankan bila masing-masing sukubangsa mempunyai rumah dengan ciri khas masing-masing, sehubungan dengan itu Siti Munawaroh dan Ernawati Purwaningsih mengupas tentang hal itu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain