Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SIREUW  BUSANA TRADISIONAL PEREMPUAN DI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN (SUATU KAJIAN SEJARAH DAN BUDAYA)
Penanda Bagikan

Text

SIREUW  BUSANA TRADISIONAL PEREMPUAN DI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN (SUATU KAJIAN SEJARAH DAN BUDAYA)

ANA MARIA FATIMAH PARERA, ANDY THOMSON SAWAKI, ISHAK STEVANUS PUHILI - Nama Orang;

Sejarah manik-manik merupakan benda sehari-hari yang berkaitan dengan manusia sejak jaman prasejarah hingga kini yang bersifat universal, karena di berbagai kebudayaan seringkali temuan manik-manik yang berasosiasi dengan artefak atau ekofak ditemukan bersamaan dalam satu konteks. Busana tradisional perempuan di kabupaten Kepulauan Yapen dikenal dengan sireuw. Sireuw ini ada yang terbuat dari manik-manik dan kulit kayu. Kulit kayu yang digunakan yaitu kulit kayu genemo yang mudah didapat di dekat hutan sekitar kampung. Tetapi saat ini karena kulit kayu genemo sudah mulai berkurang, maka masyarakat mencari cara lain untuk menggunakan kulit kayu yang lain seperti kulit kayu semang. Kulit kayu ini ada beberapa jenis disebut dalam bahasa daerah yaitu kulit kayu korowe, mani dan mewun. Selain itu mereka juga memakai kulit kayu yang lain seperti sejenis tali pohon tikar, tali rumput laut kusumi, kulit kayu atau tali yute, dan tali win sejenis tali pohon pandan dipakai juga untuk menganyam sireuw. Manik-manik yang asli dari alam yaitu dari biji rumput atau dari pohon patibu yang digunakan masyarakat sebelum adanya manik-manik kaca untuk membuat sireuw. Untuk membuat satu sireuw manik-manik yang diperlukan beberapa banyak tergantung besar kecilnya yang akan dibuat. Manik-manik dari alam untuk membuat sireuw dari biji rumput tetapi ada sejenisnya tetapi ada juga yang dari pohon patibu yang bijinya digunakan untuk membuat sireuw dan biji buah tersebut tidak mempunyai warna. Sehingga pada jaman dahulu menggunakan pewarna alam. Warna pada sireuw yang mereka kenal sejak dari nenek moyang ada 5 (lima) warna yaitu merah (berika), kuning (boning), biru (kehe), putih (bua), dan hitam (nyumetang). Fungsi dan kegunaan sireuw bagi orang Yapen sebagai busana tradisional yang digunakan oleh perempuan. Selain itu juga digunakan sebagai alat tukar untuk kebutuhan hidup masyarakatnya dan sebagai mas kawin bagi perempuan Yapen karena tanpa sireuw maka belum lengkap. 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Papua Barat : BPNB PAPUA., 2016
Deskripsi Fisik
102
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-6525-08-6
Klasifikasi
TDK - 391 (390-399)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?