Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERKEMBANGAN CERITA RAKYAT CAME MENJADI NYANYIAN DAN TARI DI KABUPATEN SARMI
Penanda Bagikan

Text

PERKEMBANGAN CERITA RAKYAT CAME MENJADI NYANYIAN DAN TARI DI KABUPATEN SARMI

YUDHA N YAPSENANG, ARIE JANUAR, MUH JUNDULLAH DZIA ULHAQ - Nama Orang;

Pada masa sekarang Came bukan saja menjadi cerita, namun sudah menjadi suatu nyanyian dan tarian yang dibawakan dalam berbagai ajang budaya. Dalam kisahnya, came berisikan tentang bagaimana proses came membunuh manusia hingga saat ia meninggal. Dalam nyanyian tersebut, came melakukan sambil berdansa. Seni tradisi came sebagai sebuah kesenian suara dan dansa merupakan penjelmaan rasa kagum manusia akan sesuatu yang ia temui dan mereka munculkan dalam prantara komunikasi yang dapat dilihat oleh panca indera. Rasa kagum ini digambarkan alam dua bentuk yakni tuturan dan gerak. Alat musik utama yang digunakan dalam tarian ini adalah tifa. Pementasan seni tradisi came dibagi menjadi dua termin cerita, meliputi bercerita tentang keperkasaan came yang gemar memakan manusia, dan bercerita ketika came akan dibunuh oleh masyarakat setempat. Seni tradisi ini tidak hanya berkembang dalam kebudayaan masyarakat Armati dan Isirawa tetapi juga tersebar ke beberapa wilayah seperti Memberamo, Sarmi hingga ke wilayah Tami. Selain sebagai sebuah kesenian pertunjukan, came juga memiliki berbagai fungsi dan makna di dalam masyarakat Armati dan Isirawa. Diantaranya sebagai alat transmisi budaya masyarakat, pembentuk rasa solidaritas, etika dalam kehidupan sehari-hari, dan lain-lain. Tradisi came saat ini masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Armati dan Isirawa dalam bentuk kesenian suara dan tari. Dalam perkembangannya, kesenian ini masih terus dikembangkan, baik dalam bentuk cerita hingga gerak. Seniman sebagai pencipta harus terus berkreasi untuk kebudayaan masyarakat tersebut agar mampu bersaing dengan kebudayaan masyarakat yang ada. 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
CER- 398 (390- 399) PER Y
Penerbit
Papua : BPNB PAPUA., 2016
Deskripsi Fisik
83
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-6525-03-1
Klasifikasi
CER- 398 (390- 399)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?