Text
BIOGRAFI WIDAYAT DJIANG SEBUAH SKETSA KEHIDUPAN DALANG PERANAKAN TIONGHOA
Widayat Djiang sebagai seniman dalang berpegang teguh pada konsep pedalangan tradisi gaya Surakarta, pakeliran yang disajikan tetap berpola pada pakeliran konvensional gaya Surakarta. Dialog tokoh wayang yang dimainkannya terdiri atas dua jenis ginem, yaitu ginem baku dan ginem sampiran. Gerakan wayang dalam adegan maupun perangan selalu dipertimbangkan keserasiannya dengan ukuran, bentuk atau wanda wayang, etika dan gendhing yang mengiringi. Widayah Djiang adalah sosok dalang yang berbeda dari dalang lainnya. Sebagai dalang ia sangat berani menyatakan pendapat dan/atau kritik ke berbagai pihak yang dipandang tidak sesuai dengan keberanian dan keadilan; termasuk berani menanggung resiko yang diperbuatnya. Berdasarkan cara penyampaiannya, pesan pakeliran Widayat Djiang dalam sanggit lakon Kilatbana dan Kembang Dewaretna bersifat samar-samar, sedangkan Lakon Wisnu Manitis bersifat methok. Widayat Djiang dalam menyajikan pakeliran kaitannya dengan strategi dalang untuk menghadapi tantangan sosial, cenderung berposisi sebagai akomodator dan emansipator.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain