Text
TRANSPORTASI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DARI MASA KE MASA
Kehadiran Belanda di bekas Kerajaan Mataram tidak hanya sebagai pengawal keamanan tetapi berkembang menjadi lembaga, badan usaha perdagangan dan akhirnya berhak membuka berbagai usaha didarat, di pelabuhan dan mendirikan lapangan terbang. Untuk memperlancar usaha mereka di segala bidang maka dibangun infrastruktur. Sarana transportasi setelah kemerdekaan berkembang sangat pesat, tidak ada daerah yang terpencil bahkan jalan yang menghubungkan antar kecamatan pada umumnya sudah beraspal. dampak perkembangan ini juga dialami dibidang transportasi, segala bentuk sarana angkutan yang dipandang tidak praktis, tidak efisien ditinggalkan oran. Kuda gendong, gerobak, gelinding, sudah tidak diminati. Kalau dokar, andong masih dipertahankan bukan sebagai alat transportasi vital, tetapi sebagai sarana transportasi wisatawan di kota. Mengenai bentuk dan kelengkapan transportasi berkembang sejalan tuntutan masyarakat; kalau di tahun 1980, orang masih mau naik mobil yang juga mengangkut barang (pisang, kelapa, sayur), tetapi sekarang sudah sangat jarang terjadi. Namun betapa perkembangan transportasi sangat cepat dan pesat tetapi sisa-sisa bentuk transportasi sangat sederhana masih kadang-kadang muncul di tengah masyarakat yang sangat modern sekalipun
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain