Text
RUKUN DALAM BERAGAMA
Perkembangan sejarah masyarakat-masyarakat di Indonesia di tandai oleh sangat kuatnya keyakinan hidup beragama. Artinya, kesenangan yang dinikmati ataupun penderitaan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya diberi arti dan nilai jasmani tetapi senantiasa dikaitkan dengan kehidupan rohani maupun kehidupan di akhirat. Dengan demikian, segenap warga masyarakat menjunjung tinggi keseimbangan hidup jasmani dan rohani, sehingga tercapai kedamaian sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan kedamaian abad di akhirat. Hal ini menunjukkan betapa mendalamnya penghayatan tentang Ketuhanan Yang Maha Esa. Hubungan antar agama pada dasarnya terjadi melalui hubungan yang harmonisdalam pergaulan sosial antar para pemeluk agama yang dinyatakan sah di Indonesia. Sebagai pergaulan sosial hubungan harmonis antar pemeluk agama ini terjadi berkat sikap saling hormat menghormati serta kegiatan-kegiatan amal dalam kehidupan sosial yang dianjurkan oleh setiap agama sebagai perwujudan dari kedalaman iman para pemeluk agama tersebut. Dengan demikian kerukunan hidup beragama lebih merupakan keseimbangan pergaulan sosial dari pada bukti dari kebenaran ajaran agama. Ajaran agama pada dasarnya mengandung kebenaran hakiki, tetapi bagaimana mengamalkan ajaran manusiawi, seperti emosi yang kurang terkendali, sikap angkuh, kecurigaan terhadap orang lain dan haus akan kekuasaan. Kerukunan dalam kehidupan beragama tidak bersifat statis, melainkan dinamis. Kerukunan itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kedewasaan para pemeluk agama dalam hal pemahaman, sikap, dan tindakan yang dimanifestasikan dalam bentuk amal, yakni berbagai bentuk sumbangan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejarah perkembangan masyarakat-masyarakat di Indonesia telah dengan sangat jelas menunjukkan bahwa kedamaian sosial itu harus dibangun dan dikembangkan tidak hanya demi kesejahteraan hidup di dunia, melainkan dan terutama karena tidak terpisahkan dari kedamaian abadi di akhirat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain