Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of JAKABARING SEBERANG ULU PALEMBANG TAHUN 1972-2011
Penanda Bagikan

Text

JAKABARING SEBERANG ULU PALEMBANG TAHUN 1972-2011

ZUSNELI ZUBIR - Nama Orang; SENO - Nama Orang;

Palembang adalah kota multikultur tempat bermukim orang-orang dari berbagai lintas etnis dan bangsa. Jakabiring sendiri adalah daerah di pinggiran Kota Palembang yang pada awalnya berupa kawasan rawa lebak yang tidak banyak berpenghuni. Kawasan ini adalah rawa yang saling dihubungkan dengan anak sungai yang sebagian besarnya merupakan dataran rendah atau daerah rawa lebak yang selalu tergenang air dan kekeringan dan sebagian lagi daerah rawa pasang surut yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Pada tahun 1950an, kawasan Jakabaring mulai dihuni para pemukim sekalipun dengan jumlah yang sedikit. Sampai akhir 1990an daerah ini masih dikenal sebagai daerah rawan kriminalitas. Sebagaimana Palembang yang multikultur, Jakabaring pada periode 1970-1990 juga menampilkan wajah beragam etnis. Nama Jakabaring itu sendiri adalah sebuah akronim yang disusun dari nama kelompok etnis awal yang mendiami kawasan Jakabaring. Munculnya Jakabaring sebagai pintu gerbang migran awal kota Palembang pasca kemerdekaan, terlebih setelah pembangunan Jembatan Ampera pada tahun 1960-an, menyebabkan Jakabaring muncul sebagai penampung utama aliran berbagai pendatang ragam etnisitas. Jakabaring kemudian berkembang sebagai daerah yang heterogen kemudian menuju kehidupan yang pluralitas yang majemuk, dan berkembang menjadi manusia kota itu sendiri. Kawasan ini semakin berkembang sejak Palembang dipilih sebagai tuan rumah PON 2004 dan Sea Games 2011. Pada dasawarsa awal abad ke-21 berakhir, kawasan Jakabaring disulap menjadi kawasan strategis pertumbuhan ekonomi yang dikembangkan menjadi kawasan terpadu. Kawasan Jakabaring lalu menjadi salah satu pusat perkembangan kawasan pinggiran di Kota Palembang. Pembangunan ini sedikit-banyak berimplikasi pada integrasi di kawasan Jakabaring.  


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKO - 959.8 (950 - 959) ZUS A
Penerbit
Sumatera Barat : BPNB SUMATERA BARAT., 2016
Deskripsi Fisik
xx + 267 hlm; 15cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-6554-01-7
Klasifikasi
SKO - 959.8 (950-959)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?