Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERKEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK UDANG DI PESISIR TUBAN 1980-2015
Penanda Bagikan

Text

PERKEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK UDANG DI PESISIR TUBAN 1980-2015

DWI RATNA NURHAJARINI, TUGAS TRI WAHYONO, DANA LISTIANA - Nama Orang;

Kabupaten Tuban memiliki daerah pesisir pantai yang potensial untuk kegiatan budidaya tambak udang. Sistem tambak yang diusahakan masyarakat pesisir Tuban pada waktu itu adalah tambak air payau. Sistem ini meliputi teknik tadahan dan ngisoran yang masih bertahan dan berlanjut sampai saat ini. Sistem polikultur yang telah berkembang lama mulai tahun 1980 mengarah pada sistem monokultur yakni budidaya tambak udang. Kegiatan budidaya tambak udang yang berkembang di Tuban dikelompokkan dalam tiga kategori berdasarkan teknologi yang diterapkan yakni tambak tradisional/sederhana atau juga dikenal dengan sistem ekstensif, tambak seni intensif dan tambak intensif. Produksi budidaya udang di Kabupaten Tuban berkembang pesat mulai tahun 1984 dan mulai ada petambak lokal yang bergerak di dunia budidaya udang secara intensif. Udang windu menjadi primadona baru dalam industry budidaya tambak karena harganya mahal dan waktu panen tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Namun kegiatan budidaya udang windu mulai mengalami kemunduran di awal tahun 1990-an, dikarenakan terkena serangan virus. Kelesuan dalam dunia tambak udang mulai tampak bergairah lagi dengan munculnya spesies udang impor yakni vannamei. Yang masa panennya sekitar 110-120 hari. Dalam proses produksi para petambak memiliki jaringan khususnya untuk urusan pakan dan obat-obatan serta pasca panen. Pabrik pakan dan obat menjadi mitra petambak dan para supplier yang mengambil hasil panen dan membawa ke cold strorage untuk selanjutnya dibawa ke negara konsumen. Aktivitas budidaya udang dimulai dari tebar benur hingga pembesaran di tambak. Petambak memiliki strategi untuk menjaga harmoni dengan masyarakat sekitar yaitu dengan adanya lawuhan. Budidaya tambak udang membawa dampak dalam kehidupan baik itu dari segi sosial maupun ekonomi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SEK -900 (900- 909) DWI P
Penerbit
Jawa Timur : BPNB D.I YOGYAKARTA., 2017
Deskripsi Fisik
X + 134hlm; 16cm x 23cm; ILUS
Bahasa
ISBN/ISSN
978-979-8971-80-8
Klasifikasi
SEK - 900 (900-909)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?