Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERAHU TRADISIONAL IJON-IJON DI DESA KANDANG SEMANGKON LAMONGAN 
Penanda Bagikan

Text

PERAHU TRADISIONAL IJON-IJON DI DESA KANDANG SEMANGKON LAMONGAN 

SITI MUNAWAROH - Nama Orang; AMBAR ADRIANTO - Nama Orang; SUWARNO - Nama Orang;

Eksistensi perahu dan asal-usul keahlian pembuatan perahu ijon-ijon di Desa Kandang Semangkon setidaknya dikenal setelah Kapal Van der Wijck, yakni kapal uap milik Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM Belanda) tenggelam di perairan Lamongan, 20 Oktober 1936. Selain itu ada kisah seorang bernama Surosirokapak berasal dari Madura yang pada tahun 1890 melakukan migrasi dengan naik perahu menggunakan layar bagor/goni dan kemudian mendarat di wilayah Pantura yang sekaligus memperkenalkan ekpedisi laut pada masyarakat Pantura. Berdasarkan kisah tersebut, diyakini bahwa seluruh susunan kontruksi perahu itu oleh nenek moyang mereka dibakukan dan dijadikan pola dasar dari perahu, satu diantaranya dikenal dengan istilah den jon, ijon-ijon atau jongjong. Perahu ijon-ijon oleh masyarakat dikonotasikan sebagai perahu perempuan(wedok) dengan ciri linggi tumpul/papak dan badan gemuk. Terdapat simbol topeng, mata, alis, ukel/sanggul (gelung), mahkota(rambut), dan bunga. Adapun fungsinya untuk menangkap, menyimpan, menampung, mengangkut serta mendinginkan atau mengawetkan ikan. Perahu ini tetap diproduksi dan mampu bertahan di Desa Kandang Semangkon hingga saat ini, dikarenakan, diantaranya tempat galangan kapal dan lokasi sangat strategis, terletak di pinggir pesisir dan jalur jalan Raya Daendels Surabaya-Semarang-Jakarta, tersedia alat komunikasi dan listrik, dan masih ditopang oleh keberadaan sumber daya manusia (tukang pembuat perahu).


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TEK - 694 (690-699) SIT P
Penerbit
Daerah Istimewa Yogyakarta : BPNB D.I YOGYAKARTA., 2017
Deskripsi Fisik
xii+139hlm;16cm x 23cm, ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-8971-71-6
Klasifikasi
TEK - 694 (690-699)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?