Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of POLITIK DAN EKONOMI PERDAGANGAN BULUNGAN PADA ABAD XIX - XX (1878 - 1942)
Penanda Bagikan

Text

POLITIK DAN EKONOMI PERDAGANGAN BULUNGAN PADA ABAD XIX - XX (1878 - 1942)

LISYAWATI NURCAHYANI - Nama Orang; HARTO JUWONO - Nama Orang;

Periode 1878 hingga 1905 merupakan masa ketika secara perlahan Kesultanan Bulungan terintegrasi kedalam struktur dominasi politik dan ekonomi colonial melalui proses pasifikasi Hindia Belanda khususnya untuk wilayah luar Jawa. Penguasaan sektor-sektor ini tidak hanya memenuhi kepentingan kapitalis, tetapi juga untuk melumpuhkan pilar-pilar penopang eksistensi Kesultanan Bulungan. Proses pertumbuhan ekonomi yang ada didominasi oleh hubungan primordial antara struktur Kesultanan dan kawulanya. Keberhasilan pemerintah memantapkan posisinya yang sangat dominan di sektor pertambangan di Pulau Bunyu menandai penegakkan hegemoni ekonomi pemerintah atas wilayah Bulungan. Periode antara 1906 dan 1923 sebenarnya menjadi masa ketika sistem perdagangan dalam arti transaksi modern mulai diaplikasikan pada masyarakat Bulungan. Meskipun komoditi yang ditawarkan oleh Bulungan masih merupakan produk lama, yaitu hasil hutan dan tambang, disamping produk pertanian terbatas yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal, namun interaksi antara produsen dan konsumen telah mulai terjadi di tingkat bawah lapisan masyarakat. Periode ini membuka pintu bagi rentang waktu berikutnya yang akan mengarah pada penerapan hukum pasar colonial pada struktur hubungan kekuasaan dan ekonomi di Bulungan. Periode pasca depresi hingga akhir pemerintahan Belanda di Bulungan merupakan masa pemulihan kestabilan baik politik maupun ekonomi yag dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Kekuatan politik baru digunakan setelah tahun 1940 dan hanya terbatas pada elite pusat, sementara di Bulungan praktis tidak ada tekanan politik dari pihak Jepang baik pada pemerintah Belanda setempat maupun terhadap Kesultanan Bulungan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KUT - 900 (900-909) LIS P
Penerbit
: KEPEL PRESS., 2017
Deskripsi Fisik
vi + 204hlm ; 15cm x 23cm, ILUS.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-193-3
Klasifikasi
KUT - 900 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • POLITIK DAN EKONOMI PERDAGANGAN BULUNGAN PADA ABAD XIX - XX (1878 - 1942)
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?