Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of DINAMIKA DIASPORA MASYARAKAT BUGIS SULAWESI SELATAN DI PANTAI TIMUR KALIMANTAN ABAD XVII - XIX
Penanda Bagikan

Text

DINAMIKA DIASPORA MASYARAKAT BUGIS SULAWESI SELATAN DI PANTAI TIMUR KALIMANTAN ABAD XVII - XIX

LISYAWATI NURCAHYANI - Nama Orang; HARTO JUWONO - Nama Orang; LANGGENG SULISTYO - Nama Orang;

Diaspora komunitas dari Sulawesi Selatan kewilayah lain dan pembangunan pemukiman mereka di pantai Timur Kalimantan menjadi suatu fenomena tersendiri dalam historiografi Kalimantan. Alasan utama diaspora Bugis memilih pantai Timur Kalimantan adalah kedekatan geografis dan komoditi dagang dari hasil hutan maupun hasil laut pantai Timur Kalimantan. Orang Bugis sudah sejak abad XVIII telah mengunjungi lokasi ini, dan telah menjalin hubungan dengan Kerajaan Tidung di Tarakan. Orang-orang Bugis dikenal sebagai pelaut, nelayan, pedagang bahkan perompak. Aktivitas orang Bugis ini berlangsung sangat intensif dan dengan menggunakan kekuatan maritime mereka yang dominan, mereka berhasil mendesak penduduk pribumi setempat dan menegakkan posisi yang kuat di daerah pemukimannya. Samarinda yang semula hanya memiliki satu kampong Bugis pada awal abad XVII, tumbuh dan berkembang menjadi sebuah kota Bugis dengan perdagangan dan pelabuhannya yang dominan pada pertengahan abad XIX. Dari situ, orang Bugis ini kemudian memasukkan pantai Timur Kalimantan lewat diaspora mereka dalam jaringan perdagangan dan perkapalan domestiknya yang membentang dari Papua di timur hingga Singapura di barat sepanjang abad XIX hingga awal abad XX. Kehadiran orang Bugis ternyata dimanfaatkan oleh penguasa lokal. Mereka diminta mendukung pengembangan aktivitas niaga. Hubungan yang terjalin antara orang-orang Bugis dan penguasa lokal tidak hanya terbatas pada politik, tetapi terkait juga dengan sektor ekonomi maupun sosial kekerabatan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI - 959.8 (950-959) LIS D
Penerbit
D.I YOGYAKARTA : KEPEL PRESS., 2017
Deskripsi Fisik
vi+ 112hlm; 15,5cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-164-3
Klasifikasi
KTI - 959.8 (950-959)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?