Text
ASPEK GEOGRAFI BUDAYA DALAM WILAYAH PEMBANGUNAN DAERAH ISTIMEWA ACEH
Seperti telah diketahui di Indonesia telah berkembang suatu pemikiran tentang konsep rencana pengembangan wilayah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun Kedua (repelita II 1974/1975 sampai 1978/1979). Konsep ini antara lain mempunyai tujuan agar usaha pembangunan merata di seluruh pelosok Indonesia. Hasil penelitian di 8 (delapan) wilayah sampel kecamatan (Peureulak, Kejeureun Muda, Kuala, Seunangan, Kota Takengon, Silih Nara, Simpang Tiga, dan Mila) di Kabupaten-kabupaten Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Tengah, dan Pidie, tentang pandangan geografi budaya dalam wilayah pembangunan adalah sebagai berikut : 1. Kabupaten Aceh Timur merupakan wilayah pengembangan pertanian dan peternakan di daerah pedalaman, serta perikanan dan pertanian di daerah pesisir. 2. Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah pengembangan pertanian dan peternakan di daerah pedalaman, serta perikanan dan pertanian di daerah pesisir. 3. Kabupaten Aceh Tengah merupakan wilayah pengembangan pertanian dan peternakan di daerah pedalaman serta pertanian dan perikanan di daerah pesisir. 4. Kabupaten Pidie merupakan wilayah pengembangan pertanian dan peternakan di daerah pedalaman, serta perikanan di daerah pesisir. Tipologi yang terlihat menonjol dari delapan kecamatan di daerah Aceh itu adalah pertanian dan perikanan. Tipologi pertanian terutama terdapat di pedalaman sedang tipologi perikanan terdapat di pesisir. Tipologi pertambangan dan industri terutama terdapat di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur, sedang tipologi peternakan terdapat di Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Tengah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain