Text
JEJAK BUDAYA DAYAK MERATUS DALAM PERSPEKTIF ETNORELIGI
Pada masa kolonial, kata dayak dan melayu digunakan oleh para peneliti pada masa itu untuk membedakan antara penduduk Kalimantan yang masih menganut kepercayaan leluhur dan yang telah menjadi muslim. Penduduk yang muslim dan tinggal di sekitar muara disebut orang Melayu, sedangkan yang tinggal di bagian hulu dan menganut kepercayaan leluhur disebut Dayak. Pada masa itu, kata Dayak sering digunakan dalam konotasi yang negatif dan rasis sehingga banyak yang merasa tidak nyaman menjadi orang Dayak. Seiring ddengan berjalannya waktu, kini istilah Dayak telah menjadi sebuah identitas etnis yang membanggakan. Ada tiga hal utama yang disampaikan dalam buku ini, yaitu religi, peralatan tradisional, dan rekonstruksi identitas Dayak Meratus. Buku ini mengungkap bukti-bukti arkeologis dan etnografi yang kemudian dianalisis dengan pendekatan etnoarkeologi dan sejarah. Sebagian besar data primer bertumpu pada data etnografi, terutama yang berkaitan dengan konsep dan peralatan religi. Sebagai sebuah penelitian arkeologi etnografi, penulis berupaya menggali informasi etnografi dari pemilik idioteknik semaksimal mungkin.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain