Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SEJARAH KOTA KALABAHI KABUPATEN ALOR PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Penanda Bagikan

Text

SEJARAH KOTA KALABAHI KABUPATEN ALOR PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

I MADE SUMARJA - Nama Orang; I WAYAN SUDARMA - Nama Orang; HARTONO - Nama Orang;

Alor menjadi salah satu perhatian berbagai bangsa penjajah karena memiliki berbagai potensi. Sejak tahun 1512 pedagang Portugis telah melakukan pelayaran mengelilingi Kepulauan Alor, untuk berdagang. Beberapa abad kemudian muncul perselisihan antara Portugis dan Belanda sehingga diadakan perjanjian Dili tahun 1851 dimana Portugis menyerahkan Pulau Flores ke tangan Belanda, kemudian pada tahun 1859 (20 April) didakan perjanjian Lisabon. Dikeluarkannya perjanjian tersebut menyebabkan Kepulauan Alor menjadi kekuasaan pemerintah Belanda. Kekuasaan Belanda berakhir dengan datangnya pasukan Jepang diperkirakan tahun 1942-1943. Terbentuknya Kota Kalabahi tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi misalnya dalam bidang sosial budaya, ekonomi dan tata ruang, sehingga Alor menjadi sebuah kota yang cukup maju di Nusa Tenggara Timur. Dampak modernisasi sebenarnya memiliki dua sisi yang sangat berbeda, yakni positif dan negatif. Dampak positif yang dirasakan masyarakat setempat adalah ketika beberapa jenis budaya lokal yang dirasakan penerapannya sangat memberatkan pemberlakuannya dengan munculnya ide-ide baru merevisi ketentuan yang dianggap mengikat menjadi ringan. Dampak negatif yang mungkin terjadi pada budaya masyarakat Alor adalah pengaruh budaya luar dalam bentuk etika sopan santun, baik etika dalam berpakaian maupun dalam bertegur sapa. Pulau Alor yang memiliki luas 2864,64km2 terdiri dari 17 kecamatan. Dilihat dari perkembangannya, pembangunan di Kab. Alor khususnya Kota Kalabahi tergolong sangat cepat.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKO - 959.8 (950-959) IMA S
Penerbit
Bali : KEPEL PRESS., 2019
Deskripsi Fisik
xii+ 228hlm; 15,5cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-272-5
Klasifikasi
SKO - 959.8 (950-959)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?