Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KOTA PELABUHAN SEMARANG DALAM KUASA KOLONIAL :  IMPLIKASI SOSIAL BUDAYA KEBIJAKAN MARITIM, TAHUN 1800AN-1940AN
Penanda Bagikan

Text

KOTA PELABUHAN SEMARANG DALAM KUASA KOLONIAL : IMPLIKASI SOSIAL BUDAYA KEBIJAKAN MARITIM, TAHUN 1800AN-1940AN

DWI RATNA NURHAJARINI - Nama Orang; INDRA FIBIONA - Nama Orang; SUWARNO - Nama Orang;

Implikasi pengembangan kota pelabuhan masa kolonial terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat di Pesisir Laut Jawa khususnya di Semarang terlihat signifikan terutama mengubah lanskap sosial budaya di wilayah kota pelabuhan tersebut. Semarang pada masa kolonial dikenal dengan wilayah yang ramai serta memiliki aktivitas perniagaan yang tinggi. Hal ini menyebabkan banyak kapal-kapal singgah bahkan masuk hingga ke kanal mendekati wilayah kota. Kondisi ekologis di wilayah Semarang sebenarnya mengalami perubahan yang signifikan pada masa kolonial, dimana perkampungan terutama yang ditempati oleh pedagang dan buruh migran bekembang sangat pesat. Semarang menjadi pelabuhan vital terbesar ke-2 pada medio abad XIX dan ke -3 pada abad XX. Hal ini menyebabkan pemerintah kolonial mengeluarkan kebijakan secara berkelanjutan untuk pengembangan pelabuhan Semarang dan juga tata kota Semarang. Pengembangan kota pelabuhan tentunya memiliki dampak atau implikasi terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat kota pelabuhan Semarang. Pekerja pelabuhan dan pedagang di pelabuhan Semarang semakin bertambah pada abad XIX hingga awal XX. Pelabuhan Semarang juga memiiki ekses negatif terutama berkaitan dengan patolgi sosial di wilayah kota Semarang dan Pulau Jawa pada umumnya. Perkembangan pelabuhan juga berimplikasi ada perkembangan budaya masyarakat kota pelabuhan Semarang. Pada abad XIX hingga awal XX muncul beragama budaya lintas etnis di kota Semarang.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKO - 900 (900-909) DWI K
Penerbit
D.I. YOGYAKARTA : BPNB D.I YOGYAKARTA., 2019
Deskripsi Fisik
xii+ 170hlm; 15,5cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-8971-99-0
Klasifikasi
SKO - 900 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?