Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SAMADIYAH DALAM STUDI ETNOGRAFI
Penanda Bagikan

Text

SAMADIYAH DALAM STUDI ETNOGRAFI

ABDUL MANAN - Nama Orang; ESSI HERMALIZA - Nama Orang; FARIANI - Nama Orang; NURMILA KHAIRA - Nama Orang; RAHMAD SYAH PUTRA - Nama Orang;

Samadiyah merupakan sebuah ritual budaya umat Islam khususnya di sebagian besar Aceh yang dilakukan saat orang tua, anak atau kerabat meninggal dunia. Sejarah awal perkembangan Samadiyah di Labuhan Haji Barat sangat erat hubungannya dengan perkembangan tarekat sufi yang diperkenalkan oleh Syeikh Muda Waly Al-Khalidy. Melalui tarekat inilah dapat dipahami kemudian Samadiyah lahir dan berkembang di masyarakat dengan konsep berupa memca kalimat dan doa-doa tertentu yang diambil dari ayat Al-Quran, kemudian secara turun-temurn diekspresikan dalam kehidupan masyarakat guna mendoakan orang yang telah meninggal. Tradisi ini sangat kental dilakukan, karena dimaksudkan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT. Samadiyah bukan dilakukan bagi orang meninggal saja, melainkan juga dilakukan dalam kegiatan-kegiatan khanduri dan syukuran lainnya, seperti khanduri pesta pernikahan, pindahan rumah, turun mandi anak dan acara khitanan. Bagi masyarakat Aceh Selatan, Samadiyah adalah budaya, adat, atau hukum yang berlaku dalam agama Islam di setiap kali ada seorang muslim yang meninggal. Perbuatan ini sudah lazim diperoleh dan dilakukan oleh seluruh umat muslim, yang bertujuan untuk menghibur keluarga duka yang ditinggalkan dan mengirim doa untuk orang yang menghadap sang khalik tersebut. Dalam konteks budaya juga terlihat, yang menjadikan Samadiyah di Aceh Selatan, khususnya di wilayah Aceh lain adalah penggunaan baju putih sebagai alat bantu atau simbol pembacaan Samadiyah (surat Al-Ikhlas) layaknya penggunaan tasbih untuk zikir pada umumnya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KSK - 305.8 (300-309) ABD S
Penerbit
BANDA ACEH : BPNB ACEH., 2018
Deskripsi Fisik
xi + 109hlm; 14,5cm x 20,5 cm;ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9457-79-7
Klasifikasi
KSK - 305.8 (300-309)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?