Text
ARTI DAN MAKNA TOKOH PEWAYANGAN RAMAYANA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI II)
ARTI DAN MAKNA TOKOH PEWAYANGAN RAMAYANA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI II)
Wayang, sebagai salah satu puncak kebudayaan Jawa, telah banyak diteliti dan dikaji oleh para sarjana dari berbagai disiplin ilmu, baik oleh sarjana asing maupun oleh sarjana Indonesia sendiri. Akan tetapi, karena kompleksnya jenis karya seni ini, sampai dewasa ini wayang masih tetap merupakan sasaran yang sangat menarik untuk di kaji dan diteliti, dari berbagai sisi atau aspek, termasuk simbol-simbol yang digambarkan dalam kehidupan setiap tokoh pewayangan. Begitu banyak nilai-nilai yang dapat ditemukan dan terkandung dalam dunia pewayangan, khususnya dalam setiap tokoh wayang, sehingga penulis merasa sangat sulit untuk mengungkapkan nilai-nilai yang manakah yang perlu di dahulukan karena syaratnya nilai filosofi dan pendidikan moral yang sebenarnya perlu ditampilkan. Dalam masa kehidupan sekarang ini, orang kadang-kadang sudah mengingkari atau melupakan tentang nilai-nilai luhur yang telah menjadi budaya bangsa kita."Bawa laksana" (satunya kata dengan perbuatan), kejujuran, kesetiakawanan, kasih sayang, dan sifat-sifat satria yang jujur dan pantang menyerah sering kali sudah dianggap tidak penting lagi. Padahal, justru nilai-nilai demikian itulah yang sangat mendasar dan sangat diperlukan bagi manusia Indonesia yang sedang membangun ini. Pembangunan tidak akan berhasil dengan sebaik-baiknya bila manusia-manusia pendukungnya tidak memiliki berbagai nilai moral. Nilai-nilai pengendalian diri, keteguhan iman sangat penting bagi semua anggota masyarakat. terlebih-lebih lagi mereka yang bertugas membuat keputusan atau bagian-bagian yang menyangkut kepentingan orang banyak. Demikian pula, kejujuran, kesetiaan, kasih sayang dan satria, semuanya sungguh sangat indah bila kita bangsa Indonesia dapat memahami dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain