Text
SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DI DAERAH KALIMANTAN TIMUR
SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DI DAERAH KALIMANTAN TIMUR
Hasil pengamatan kita secara sepintas terjadi gejolak-gejolak masyarakat yang tergambar dalam media masa yakni terjadinya bermacam-macam kejadian sosial. Seperti pembunuhan sadis, perampokan, pemerkosaan dan sebagainya. Seolah-olah kejadian itu sudah merupakan suatu kebejatan moral. Tapi setelah diadakan perekaman ini ternyata norma-norma dan nilai-nilai tradisionaldi desa masih memegang peranan yang utama. Nilai-nilai ini dapat sebagai filter dalam masyarakat untuk menjaring budaya luar yang kurang sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Lembaga-lembaga non formal dan lembaga-lembaga formal desa berjalan bersama-sama dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya untuk mencapai keberhasilan pembangunan desa. Hasil pembangunan di desa adalah cermin pembangunan nasional Republik Indonesia. Pembangunan dapat berjalan lancar sesuai dengan tahapannya karena di desa hubungan antar warganya berjalan serasi, seimbang dan selaras dengan para aparatur lembaga-lembaga yang ada.Tokoh-tokoh masyarakat masih dianggap panutan bagi warganya sebab disamping karismanya masih berperan juga sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh tadi dihargai oleh masyarakat karena mereka memiliki kejujuran dan keterampilan memimpin masyarakat, sehingga pengendalian sosial dapat berlangsung dengan wajar dan baik. Sasaran perekaman ialah masyarakat suku Bulungan di Desa Tanjung Palas, Kecamatan Tanjung Palas dalam wilayah Kabupaten Bulungan; yang letaknya jauh di pedalaman sungai Kayan; dan suku Tidung di Desa Selumit, Kecamatan Tarakan Barat dalam wilayah Kota Administratif Tarakan. Kondisi masyarakat di sini masih mengandung unsur-unsur adanya : Pemeliharaan sumber daya alam, Pemeliharaan ketertiban sosial, Pemeliharaan kebersihan lingkungan hidup, Pemeliharaan keamanan lingkungan, Pemeliharaan kesatuan dan persatuan masyarakat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain