Text
CUBLAK-CUBLAK SUWENG
Permainan cublak-cublak suweng merupakan salah satu jenis permainan tradisional yang dimainkan secara berkelompok. Permainan ini menjadi menarik dikarenakan dalam melakukan permainan ini disertai dengan lagu pengiring yang judulnya sama dengan permainannya itu sendiri, yaitu cublak-cublak suweng. Pada zaman dahulu, permainan cublak-cublak suweng ini merupakan permainan yang biasanya dimainkan oleh anak-anak pada sore dan malam hari, terlebih saat bulan purnama. Anak-anak pedesaan di Jawa khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur memainkan permainan ini. Permainan cublak-cublak suweng ini dapat dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan yang berjumlah 3-7 orang dengan usia antara 6-14 tahun. Dalam permainan ini ada beberapa peran yang harus dimainkan oleh para pemain, yang meliputi satu orang pemimpin atau pengatur permainan, satu orang bertindak sebagai si mbok yang duduk bersila dan membawa cublak suweng (subang) yang biasanya berupa batu kerikil atau kecik (biji sawo), dan seorang lagi menjadi anak yang bisu dengan posisi badan tengkurap di pangkuan si mbok. Sedangkan sisa pemain duduk mengelilingi si mbok dan si bisu dengan posisi telapak tangan kanan di atas punggung si bisu. Kemudian peserta yang duduk, bernyanyi membawakan lagu cublak-cublak suweng sambil memutarkan cublak suweng yang dibawa oleh si mbok. Adegan selanjutnya para pemain memperagakan gerakan mengasah pisau dengan menggunakan jari telunjuk. Saat menyanyikan lirik lagu terakhir, si bisu berdiri sedangkan tangan para pemain lainnya naik keatas seolah menggenggam cuplak suweng. Dan disini si bisu harus menebak siapa yang membawa cuplak suweng. Jika si bisu yang jadi salah menebak, maka si bisu yang jadi tersebut harus terus mengulang sampai ia bisa menebak siapa teman yang memegang cuplak suweng tersebut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain