Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Penanda Bagikan

Text

PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DRA. SUMINTARSIH - Nama Orang;

PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Mekanisme pengendalian sosial yang berlaku di daerah Yogyakarta ada yang bersifat formal dan ada yang bersifat informal. Bersifat informal berupa sindiran, muka masam, dibicarakan atau "dirasani" dan denda uang atau tenaga. Khusus sanksi berupa denda tersebut sengaja dibuat oleh kelompok untuk mengatur ketertiban hubungan antar anggotanya. Sedangkan pengendalian bersifat formal berupa peraturan-peraturan tertulis yang dilengkapi dengan lembaga-lembaga resmi seperti polisi, pengadilan dan sebagainya. Untuk menjaga keseimbangan sosial masyarakat, masyarakat daerah penelitian melakukan upaya pengembangan sistem pengendalian sosial berupa denda. Melalui sistem ini diharapkan masyarakat dapat mengendalikan perilaku-perilaku yang menyimpang dari norma-norma maupun aturan-aturan setempat, sehingga ketertiban sosial dapat terjaga. Melalui mekanisme pengendalian yang ada di daerah tersebut, maka kegiatan-kegitaan pemeliharaan lingkungan hidup dapat dilaksanakan dengan baik. Mekanisme pengendalian sosial berlaku baik secara spontan maupun tidak spontan. Secara spontan berupa reaksi dari sesama anggota kelompok berupa sindiran, dirasani dan sebagainya. Sedangkan secara tidak spontan berupa denda sebagai sanksi terhadap setiap anggota yang tidak mematuhi ketentuan yang berlaku dalam kelompok yang bersangkutan.Pengendalian sosial yang berkembang di daerah penelitian cukup sangkil dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan, kelestarian sumber daya alam, pemeliharaan keamanan dan ketertiban dan pemeliharaan persatuan dan kesatuan. Pengendalian sosial tersebut baik yang berasal dari masyarakat maupun dibuat oleh kelompok untuk mengatur anggotanya. Dilihat secara keseluruhan, sumber daya manusia di daerah penelitian cukup potensial untuk keberhasilan terlaksananya pemeliharaan lingkungan hidup. Selanjutnya dengan adanya koordinasi dan kesadaran yang tinggi dari para warganya serta kebersamaannya dalam melaksanakan kepentingan-kepentingan / kebutuhan bersama maka akan timbul integrasi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Daerah Istimewa Yogyakarta : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN., 1991
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2.2(300-31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?