Text
PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Mekanisme pengendalian sosial yang berlaku di daerah Yogyakarta ada yang bersifat formal dan ada yang bersifat informal. Bersifat informal berupa sindiran, muka masam, dibicarakan atau "dirasani" dan denda uang atau tenaga. Khusus sanksi berupa denda tersebut sengaja dibuat oleh kelompok untuk mengatur ketertiban hubungan antar anggotanya. Sedangkan pengendalian bersifat formal berupa peraturan-peraturan tertulis yang dilengkapi dengan lembaga-lembaga resmi seperti polisi, pengadilan dan sebagainya. Untuk menjaga keseimbangan sosial masyarakat, masyarakat daerah penelitian melakukan upaya pengembangan sistem pengendalian sosial berupa denda. Melalui sistem ini diharapkan masyarakat dapat mengendalikan perilaku-perilaku yang menyimpang dari norma-norma maupun aturan-aturan setempat, sehingga ketertiban sosial dapat terjaga. Melalui mekanisme pengendalian yang ada di daerah tersebut, maka kegiatan-kegitaan pemeliharaan lingkungan hidup dapat dilaksanakan dengan baik. Mekanisme pengendalian sosial berlaku baik secara spontan maupun tidak spontan. Secara spontan berupa reaksi dari sesama anggota kelompok berupa sindiran, dirasani dan sebagainya. Sedangkan secara tidak spontan berupa denda sebagai sanksi terhadap setiap anggota yang tidak mematuhi ketentuan yang berlaku dalam kelompok yang bersangkutan.Pengendalian sosial yang berkembang di daerah penelitian cukup sangkil dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan, kelestarian sumber daya alam, pemeliharaan keamanan dan ketertiban dan pemeliharaan persatuan dan kesatuan. Pengendalian sosial tersebut baik yang berasal dari masyarakat maupun dibuat oleh kelompok untuk mengatur anggotanya. Dilihat secara keseluruhan, sumber daya manusia di daerah penelitian cukup potensial untuk keberhasilan terlaksananya pemeliharaan lingkungan hidup. Selanjutnya dengan adanya koordinasi dan kesadaran yang tinggi dari para warganya serta kebersamaannya dalam melaksanakan kepentingan-kepentingan / kebutuhan bersama maka akan timbul integrasi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain