Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of NI HOE KONG KAPITEIN TIONG HOA DI BETAWIE DALEM TAHON 1740
Penanda Bagikan

Text

NI HOE KONG KAPITEIN TIONG HOA DI BETAWIE DALEM TAHON 1740

B. HOETINK - Nama Orang;

Di antara para kapitan Cina yang terkenal di jaman pemerintahan VOC, Kapitan Nie Hoe Kong adalah yang paling tragis kisah hidupnya. Dari sejumlah 21 orang kapitan Cina di masa pemerintahan VOC, maka kisah Nie Hoe Kong adalah yang berakhir cukup tragis, dan mungkin dapat dibandingkan dengan kisah Jan Con, sekretaris Souw Beng Kong yang jatuh bangkrut dalam kemiskinan. Sebetulnya Nie Hoe Kong menjadi beken dalam sejarah kapitan Cina di Batavia justru karena kejadian “pembantaian Cina” tersebut. Pemerintahan VOC menganggap Nie Hoe Kong bertanggungjawab atas kejadian yang menghebohkan seantero negeri. Karena sebagai ‘kepala suku’ Cina di Batavia, di mata para pembesar VOC sudah semestinya Nie Hoe Kong tahu segala apa yang terjadi di kalangan warganya. Tuduhan yang lebih berat lagi adalah saudara laki-laki Nie Hoe Kong bernama Tsiatko sejak awal diduga terlibat dalam perkara besar ini. Maka sekalipun dengan keras dan intens Ni Hoe Kong menyangkal segala tuduhan, sang kapitan ini tidak dapat mengelak dari segala dakwaan yang ditumpahkan kepadanya. Ia ditahan di salah satu ruang Raad van Justitie yang waktu itu kantornya masih menumpang di Collegie van Schepenen (sekarang gedung Museum Sejarah Jakarta, yang dimasa pemerintahan kolonial dikenal sebagai Stadhuis/Balai Kota). Perkara Nie Hoe Kong baru diputuskan tiga tahun kemudian, dan pada 22 Mei 1744, Nie Hoe Kong dijatuhi hukuman buang (deportasi) ke Sri Langka. Ia mengajukan permohonan agar hukuman buang itu dipindahkan ke Ambon. Tanggal 12 Februari 1745 bersama keluarganya Nie Hoe Kong berangkat ke Ambon dan pada 23 Desember 1746 ia meninggal disana.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
BSL - 920.71 (920-929) BHO N
Penerbit
DKI JAKARTA : MASUP., 2007
Deskripsi Fisik
xxi + 170hlm; 11,5cm x 17,5cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-15706-2-6
Klasifikasi
BSL - 920.71 (920-929)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?