Text
EPISTEMOLOGI KI AGENG SURYOMENTARAN
Ki Ageng Suryomentaran telah menyelesaikan tugasnya dalam memaknai pengalaman hidup melalui refleksi yang panjang. Hasil refleksinya itu telah ditata dan disusunnya menjadi pengetahuan yang cukup rinci dengan penalaran yang mudah dicerna. Pengetahuan hidup itulah yang diwariskan dalam bentuk wejangan-wejangan yang menjadi sumbangannya bagi orang lain, yang mungkin dapat dimanfaatkan untuk mencapai kebahagiaan hidup sebagaimana dialaminya. Semua wejangan yang diwariskan oleh beliau merupakan hasil refleksi sepanjang hidupnya. Dengan jelas Ki Ageng Suryomentaran menekankan bahwa pencarian makna hidup bukanlah sesuatu yang dapat ditiru dari orang lain ataupun diajarkan oleh orang lain. Tanpa berbicara mengenai filsafat pun, Ki Ageng telah melaksanakan apa yang menjadi pokok dari filsafat. Dengan merefleksikan pengalaman hidupnya, mencari makna dan memilah mana yang hakiki dan mana yang aksidental, Ki Ageng sampai pada pengertian mengenai Barang Asal (Jasad, Aku, Karep) yang bersifat hakiki. Dia pun berusaha memilah segala sesuatunya sehingga dapat dikategorikan didalam sistem ide yang koheren, logis, dan niscaya. Berbeda dengan aliran-aliran yang ada dalam filsafat Barat, Ki Ageng Suryomentaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada mengkaitkan diri dengan aliran pemikiran tertentu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain